Surabaya (ANTARA) - Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok menerbitkan buku berjudul “Panduan Pesantren Sehat: Ayo Mondok Ayo Sehat” dan menyatakan bahwa buku tersebut akan diluncurkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin pada awal 2026.
"Saat ini kami sedang mempersiapkan launching-nya. Buku ini diharapkan bisa menjadi pegangan santri dan pengasuh,” ujar Sekjen Gernas Ayo Mondok, KH Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans di Surabaya, Jawa Timur, Senin.
Buku hasil kolaborasi bersama perusahaan farmasi PT Pharos Indonesia dan Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU), berisi panduan praktis dalam pencegahan penyakit serta penanganan kesehatan di lingkungan pesantren.
Gus Hans menjelaskan, buku ini disusun berdasarkan survei dan kajian lapangan terkait penyakit yang umum dialami santri, seperti skabies (kudis atau gudik).
Buku ini diharapkan bisa menjadi media preventif agar para santri terhindar dari skabies, sehingga jumlah kasusnya bisa turun di pesantren.
Sementara itu Group Brand Manager PT Pharos Indonesia, Mariani Leman menyampaikan, pihaknya ingin berkontribusi dalam peningkatan kesehatan santri melalui penyediaan pendampingan ilmiah dan produk yang relevan.
"Kami bekerja sama dengan Gernas Ayo Mondok untuk mendukung penyusunan buku panduan kesehatan ini,” ujarnya.
Sedangkan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PDNU, Muhammad S Niam menuturkan, inisiatif pembuatan buku ini lahir dari pengalaman panjang kolaborasi antara PDNU, Gernas Ayo Mondok, dan berbagai unsur yang peduli terhadap kesehatan pesantren.
Menurutnya, komunitas pesantren memiliki kekhususan yang membuat mereka rentan terhadap penyakit, terutama yang bersifat menular. Karena itu, kebutuhan akan panduan kesehatan yang standar menjadi sangat penting.
"Kita ingin membuat pedoman bagaimana hidup sehat di pesantren. Semoga buku ini bisa segera tersebar dan memberi manfaat,” ujarnya.
Ketua Tim Riset Penyusunan Buku sekaligus Chief Editor, Syifa Mustika menambahkan buku ini merupakan program utama Divisi Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan Pesantren Gernas Ayo Mondok.
