Banyuwangi (ANTARA) - DPRD Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bersama pemerintah daerah setempat merumuskan sembilan prioritas pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan menekan angka kemiskinan pada APBD 2026.
Pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Banyuwangi Michael Edy Hariyanto di Banyuwangi, Minggu, mengemukakan kondisi fiskal Banyuwangi 2026 mengalami tantangan berat karena kebijakan nasional turunnya dana transfer pusat ke daerah mencapai sekitar Rp665 miliar.
"Kami tetap optimistis meski dengan keterbatasan ini insyaallah kami dapat memenuhi target pembangunan, standar layanan publik dan penyelenggaraan pemerintah daerah secara umum," katanya.
Michael menyebutkan, sembilan prioritas itu mencakup peningkatan produksi pangan, penguatan UMKM, perluasan pasar pertanian dan pariwisata, infrastruktur serta penguatan pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial dan reformasi birokrasi.
Ia juga memaparkan proyeksi pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah pada APBD 2026, di antaranya pendapatan asli daerah atau PAD tahun 2026 diproyeksi sebesar Rp2,905 triliun yang bersumber dari PAD diproyeksikan sebesar Rp800 miliar, pendapatan transfer sebesar Rp2,054 triliun serta lain-lain pendapatan daerah yang sah diproyeksikan sebesar Rp51,248 miliar.
Sedangkan proyeksi belanja daerah tahun anggaran 2026 sebesar Rp2,917 triliun, adapun komposisi pembiayaan pada APBD 2026 meliputi penerimaan pembiayaan direncanakan diterima sebesar Rp12,598 miliar dengan asumsi penerimaan pembiayaan APBD 2026 sebesar Rp57,369 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp44,771 miliar.
"DPRD dan Pemkab sudah menyepakati Raperda APBD 2026 menjadi peraturan daerah dalam rapat paripurna, pada Sabtu (29/11) malam.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak seluruh pihak berpikir kreatif dan inovatif menghadapi tantangan fiskal agar program prioritas tetap berjalan efektif melalui APBD 2026 yang telah disusun.
"Kami perlu merumuskan strategi baru yang lebih efisien dan produktif dalam mengelola sumber daya daerah, mari terus bersama-sama, bergotong royong membangun Banyuwangi yang kita cintai ini secara berkesinambungan," tutur Ipuk.
