Magetan (ANTARA) - Tiga jenis tembakau lokal asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dinyatakan lolos pelepasan varietas oleh tim penilai Varietas Tanaman Perkebunan di bawah naungan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.
"Berdasarkan surat dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian mengenai hasil sidang pleno Tim Penilai Varietas Tanaman Perkebunan, usulan pelepasan varietas tembakau Magetan telah dinyatakan lolos penilaian," ujar Bupati Magetan Nanik Endang dalam kegiatan Presentasi Hasil Pelepasan Varietas Tembakau Unggul Lokal Magetan di Magetan, Kamis.
Adapun tiga varietas tembakau unggul lokal Magetan yang lolos pelepasan varietas tersebut adalah Andong Kuning, Kemloko Magetan, dan Andong Wilis.
Ketiga varietas tembakau tersebut merupakan varietas lokal yang telah melewati proses panjang pemurnian dan pengujian karakter oleh tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Magetan.
"Saya berpesan kepada para petani untuk menjaga varietas ini, jangan sampai keluar dari Magetan. Ini adalah kekayaan daerah kita dan harus kita jaga bersama," katanya.
Peneliti Senior BRIN Djajadi mengatakan pentingnya menjaga keaslian varietas tembakau yang telah dirilis.
"Harapan kami, kemurnian karakteristik dari varietas-varietas yang sudah dirilis ini bisa dipertahankan di Kabupaten Magetan," katanya.
Ia juga mengingatkan agar varietas-varietas tersebut tetap dikelola oleh daerah dan jangan sampai keluar dari Kabupaten Magetan. Hal itu karena keberkasan dari varietas tersebut harus dijaga di Kabupaten Magetan.
Pemkab Magetan berharap dengan disetujuinya pelepasan varietas tersebut, petani tembakau Magetan dapat memperoleh nilai tambah, pengakuan mutu, serta peluang pengembangan yang lebih luas di sektor pertembakauan.
Kegiatan Presentasi Hasil Pelepasan Varietas dihadiri Bupati Magetan Nanik Endang, Peneliti Senior BRIN Djajadi, Kepala Dinas TPHPKP Magetan Uswatul Chasanah, serta perwakilan asosiasi petani tembakau setempat.
Data TPHPKP Magetan menyebut selama ini minat petani untuk menanam tembakau cukup tinggi. Kelompok petani tembakau di Magetan terdapat di lima kecamatan yang cocok sebagai lokasi pembudidayaan, meliputi Kecamatan Parang, Poncol, Plaosan, Panekan, dan Sidorejo.
Luas lahan tembakau di Kabupaten Magetan tercatat sekitar 321 hektare. Sementara hasil panen atau produksi tembakau di Magetan rata-rata sekitar 616 kilogram per hektare atau 197,9 ton per tahun.
