Trenggalek, Jatim (ANTARA) - Pemkab Trenggalek mensosialisasikan visi pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2025–2029 yang mengusung tema besar "Terwujudnya Kabupaten Trenggalek yang Adil dan Makmur".
Sosialisasi dipimpin Bupati Mochamad Nur Arifin di Gedung Serbaguna Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Trenggalek, Jawa Timur, Selasa.
Bupati menjelaskan konsep "adil dan makmur" merupakan dasar dari arah pembangunan lima tahun ke depan.
Pemerintah, katanya, harus adil dalam kebijakan serta memastikan hasil pembangunan bermuara pada kemakmuran masyarakat.
Visi ini selaras dengan agenda global pembangunan berkelanjutan dan komitmen Indonesia menuju 2030.
Menurutnya, fokus pembangunan Trenggalek mengarah pada kota berkelanjutan (sustainable city), pembangunan hijau, dan target Net Zero Carbon.
Arah itu mengacu pada SDGs 11 yang menekankan kota inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah juga ingin memastikan pembangunan berjalan seiring dengan pelestarian alam.
Dalam forum itu, Bupati menegaskan sikapnya terhadap rencana tambang emas yang pernah masuk ke wilayah Trenggalek.
Ia menilai aktivitas tambang tidak memberi keadilan bagi ratusan ribu warga yang berpotensi terdampak langsung maupun tidak langsung, sehingga tidak sejalan dengan visi RPJMD.
Ia menambahkan, menjaga lingkungan merupakan kunci keberlanjutan ekonomi.
Karena itu Pemkab memperkuat kesadaran ekologis melalui program Adipura Desa sebagai pondasi pembangunan.
Pemerintah berharap ke depan Trenggalek menjadi tujuan kunjungan karena memiliki lingkungan yang terjaga dan nyaman.
