Lamongan (ANTARA) - Satgas Pangan Polres Lamongan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengimbau pedagang menjual beras sesuai harga eceran tertinggi (HET) guna menjaga stabilitas harga menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Ketua Satgas Pangan Polres Lamongan AKP Rizky Akbar Kurniadi yang diwakilkan kepada Ipda Lizma Ramadhama mengatakan hasil sidak di Pasar Sidoharjo dan ritel modern menunjukkan harga beras premium, medium, dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih stabil serta tidak ditemukan pelanggaran HET.
“Beras yang beredar masih sesuai HET dan stoknya aman. Kami mengimbau agar pedagang tidak menaikkan harga di luar ketentuan,” katanya saat dikonfirmasi di Lamongan, Jawa Timur, Jumat.
Ia menjelaskan imbauan yang disampaikan langsung kepada pedagang juga disertai dengan pemasangan spanduk informasi HET untuk mencegah potensi pelanggaran.
“Kami akan terus melakukan sidak rutin dan mengimbau pedagang menaati ketentuan tersebut,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, HET beras saat ini yakni Rp14.900 per kilogram untuk premium, Rp13.500 untuk medium, dan Rp12.500 untuk SPHP.
Analis Ketahanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Yenikaton Rahmawati Sujanoko menambahkan hasil pengecekan di pasar rakyat maupun ritel modern di wilayah setempat menunjukkan harga beras tidak mengalami perubahan signifikan dibanding pekan sebelumnya.
“Semua jenis beras masih sesuai HET, dan situasinya aman,” katanya.
Sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di Lamongan selama momentum Nataru, Satgas Pangan Polres Lamongan dan Bapanas akan memperketat monitoring serta melaksanakan pengecekan rutin di lapangan.
