Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya Mayor Jenderal (Mayjend) TNI Rudy Saladin mendukung perkembangan olahraga padel di Surabaya melalui peresmian lapangan padel baru di komplek Kodam V/Brawijaya.
Rudy dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Rabu, menyebut bahwa fasilitas lapangan padel tersebut mampu melengkapi kebutuhan masyarakat dalam melaksanakan olahraga yang kini mulai populer di indonesia tersebut.
"Olahraga padel merupakan olahraga yang sedang menjadi tren global. Jadi, kehadiran lapangan bernama Padel Playy Pandu Sakti ini akan melengkapi kebutuhan akan sarana olahraga padel di Surabaya," kata Rudy.
Menurutnya, di Surabaya sendiri baru terdapat sekitar 20 lapangan padel yang beroperasi, sehingga ia menilai kehadiran lapangan baru tersebut dapat menjadi opsi bagi masyarakat dalam berlatih olahraga yang berasal dari Meksiko tersebut.
Rudy menjelaskan bahwa pembangunan dan operasional lapangan baru di komplek tersebut menggunakan sistem Build-Operate-Transfer (BOT) selama sepuluh tahun, yang mana nantinya setelah masa pengoperasian oleh pihak swasta selama 10 tahun selesai, lapangan tersebut akan diserahkan kepada Kodam V/Brawijaya.
Ia berharap lapangan tersebut tidak hanya memperkaya fasilitas olahraga Kodam, tetapi juga menjadi wadah masyarakat untuk berolahraga dan bersosialisasi.
“Kami berharap sarana ini bermanfaat bagi banyak orang, meningkatkan kebugaran, mempererat kekompakan, sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi di masa depan,” kata Rudy.
Ia juga menjelaskan bahwa, pemilihan nama Pandu Sakti tersebut merupakan wujud penghargaannya kepada angkatan Akademi Militer (Akmil) tahun 1997 yang bernama Pandu Sakti, yang juga merupakan angkatan di mana Pangdam Rudy Saladin dan rekan-rekannya tergabung.
Sementara itu, Pengelola Padel Playy Pandu Sakti, Arief Suyoso, menyebut bahwa proyek pembangunan lapangan tersebut dimulai sekitar lima bulan lalu.
Arief mengapresiasi dukungan penuh pihak Kodam khususnya Pangdam V/Brawijaya yang rutin melakukan inspeksi setiap minggunya selama proses pembangunan, demi memastikan progres pembangunan berjalan dengan baik.
