Surabaya (ANTARA) - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur menggelar tasyakuran sebagai ungkapan rasa syukur atas ditetapkannya tiga tokoh asal Jawa Timur sebagai Pahlawan Nasional, yakni Syaikhona Kholil Bangkalan, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Marsinah.
Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan terhadap para tokoh yang telah berjasa besar bagi bangsa Indonesia.
“Syaikhona Kholil Bangkalan adalah guru dari seluruh kiai di Indonesia, termasuk Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari, KH Bisri Sansuri, dan KH Wahab Hasbullah. Sangat layak beliau mendapatkan gelar pahlawan nasional,” ujar Halim usai acara tasyakuran dan doa bersama di Surabaya, Selasa.
Menurut Halim, ketiga tokoh tersebut memiliki nilai perjuangan tinggi, terutama dalam bidang kemanusiaan dan keberpihakan terhadap rakyat kecil.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini juga menyoroti sosok Marsinah sebagai simbol perjuangan kaum buruh di masa Orde Baru.
Karena keberaniannya, dia mendapat perlakuan yang tidak manusiawi dan akhirnya meninggal dunia dan kini beliau diakui sebagai pahlawan nasional, makamnya berada di Nganjuk.
Halim menegaskan, ajaran kemanusiaan yang diwariskan oleh Syaikhona Kholil dan Gus Dur akan terus menjadi ruh perjuangan PKB dalam memperjuangkan keadilan sosial.
“Mereka tidak membeda-bedakan manusia dari agama, warna kulit, atau pekerjaan. Semua harus dimanusiakan,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Halim juga menyinggung cita-cita Gus Dur yang belum sepenuhnya tercapai, terutama dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh dan perlindungan hak asasi manusia.
Ia menambahkan, semangat perjuangan Gus Dur tetap menjadi pedoman politik PKB, sebagaimana tertuang dalam prinsip khifzh al-nafs (menjaga jiwa), khifzh al-mal (menjaga harta), dan khifzh al-nasl (menjaga keturunan), yang semuanya berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
