Program Studi (Prodi) Administrasi Publik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggaungkan tata kelola ramah lingkungan melalui Seminar Nasional Administrasi Negara (SINAGARA) VII bertema "Green Governance", di kampus setempat, Rabu.

Koordinator Prodi Administrasi Publik UPN Veteran Jatim, Susi Hardjati, menyebut SINAGARA VII tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga mempertegas peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi, edukasi, dan advokasi kebijakan publik berkelanjutan.

"Dengan semangat ‘dari kampus untuk bumi’, Seminar Nasional Administrasi Negara VII menjadi momentum penting bagi UPN Veteran Jatim untuk meneguhkan kontribusinya dalam membangun peradaban hijau Indonesia," katanya.

Ketua Tim Kerja Pengendalian Pencemaran Tanah dan Udara Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Anjarwati mengatakan Jatim terus mendorong implementasi kebijakan rendah emisi melalui program seperti Desa Berseri, Eco Pesantren, hingga Program Kampung Iklim (Proklim).

"Upaya tersebut menjadi bukti bahwa prinsip green governance telah diadopsi secara berjenjang dari level provinsi hingga pemerintahan desa,” katanya.

Dosen UPN Veteran Jatim Assoc. Prof. Ertien R. Nawangsari menegaskan bahwa green governance bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan.

Dalam paparannya, ia memperkenalkan konsep piramida enam dimensi pembangunan berkelanjutan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, politik, budaya, ekologi, dan spiritual sebagai fondasi tata kelola publik hijau.

Sementara pendiri Tunas Hijau Indonesia, Mochamad Zamroni menekankan pentingnya perubahan perilaku dalam mewujudkan tata kelola ramah lingkungan.

"Mulailah dari hal sederhana—bawa tumbler, pilah sampah, dan kurangi plastik. Aksi kecil jika dilakukan bersama akan menjadi kekuatan besar untuk bumi,” ujarnya.



Pewarta: Willi Irawan

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025