Hal ini menunjukkan bahwa demokrasi digital kita masih belum sepenuhnya inklusif, terutama bagi perempuan di wilayah pinggiran
Surabaya (ANTARA) - Guru Besar Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) Prof Dr Catur Suratnoaji, MSi menyoroti meningkatnya peran perempuan dalam komunikasi politik digital yang membuka ruang partisipasi lebih luas dalam demokrasi Indonesia.
“Perempuan kini tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga aktor aktif dalam membangun percakapan publik di ruang digital,” ujarnya dalam orasi ilmiah sidang pengukuhan guru besar di kampus setempat, Sabtu.
Ia menilai media sosial menjadi katalisator partisipasi politik perempuan karena menyediakan ruang publik yang lebih egaliter untuk menyuarakan pandangan, membangun jaringan, dan memperkuat keterlibatan dalam proses demokrasi.
Namun, Prof Catur mengingatkan partisipasi tersebut masih menghadapi ketimpangan geografis, di mana aktivitas perempuan lebih dominan di kota besar dengan akses teknologi dan literasi digital lebih baik.
“Hal ini menunjukkan bahwa demokrasi digital kita masih belum sepenuhnya inklusif, terutama bagi perempuan di wilayah pinggiran,” katanya.
Ia juga menemukan perempuan mulai berperan sebagai aktor strategis dalam pembentukan opini publik dengan mengangkat isu kesejahteraan sosial seperti pendidikan, ekonomi, dan keluarga.
Sebagai rekomendasi, ia menekankan pentingnya pemerataan akses teknologi, peningkatan literasi digital, serta penguatan pendidikan politik digital bagi perempuan melalui lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan komunitas digital.
Sementara itu, Rektor UPN “Veteran” Jawa Timur Prof Dr Akhmad Fauzi, menegaskan pengukuhan guru besar ini menjadi bagian dari komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia dosen, khususnya berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
“Pengukuhan lima guru besar ini menjadi tonggak penting bagi kami dalam memperkuat kapasitas akademik universitas. Saat ini, UPN Veteran Jawa Timur telah memiliki total 39 guru besar,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa riset dosen harus semakin kuat dan berdampak nyata bagi masyarakat luas. “Riset ke depan harus lebih kuat dan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, menjadi guru besar merupakan awal baru. Seorang guru besar adalah pendidik yang memiliki kapasitas keilmuan yang tinggi, sekaligus dedikasi dalam memajukan pendidikan tinggi di UPN Veteran Jawa Timur.
Pewarta: Willi IrawanEditor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.