Surabaya (ANTARA) - Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur mengukuhkan dua guru besar baru yang menambah total 34 guru besar sekaligus memperkuat riset dan reputasi akademik kampus tersebut.

“Pengukuhan dua guru besar ini akan menambah kekuatan kuantitas guru besar di UPN Veteran Jawa Timur yang saat ini mencapai 34 guru besar,” kata Rektor UPN Veteran Jawa Timur Prof. Akhmad Fauzi usai pengukuhan dua guru besar, di Surabaya, Jumat

Dua guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Diana Hertati, M.Si., sebagai Guru Besar ke-33 dalam Bidang Ilmu Manajemen Publik dan Prof. Dr. Ir. Yenny Wuryandari, M.P., sebagai Guru Besar ke-34 dalam Bidang Ilmu Proteksi Tanaman.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Diana Hertati memaparkan riset berjudul “Integratif Agile Governance pada Layanan Digital Pemerintah Daerah di Indonesia.”

Riset ini menekankan bahwa transformasi menuju Integratif Agile Governance merupakan strategi penting di era digital.

Sementara itu, Prof. Yenny Wuryandari menyampaikan orasi berjudul “Formulasi Biopestisida untuk Pengendalian Penyakit dan Peningkatan Produksi Tanaman".

Penelitiannya berfokus pada teknologi bio-enkapsulasi untuk menjaga dan meningkatkan hasil tanaman akibat Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Prof. Akhmad Fauzi berharap kedua guru besar baru tersebut dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) unggul serta mendorong reputasi UPN Veteran Jawa Timur di tingkat nasional dan internasional.

“Kehadiran guru besar baru dituntut memperkuat kualitas riset berdampak, meningkatkan produktivitas penelitian, dan menghasilkan karya unggul sehingga mampu mewujudkan reputasi akademik dan penelitian di tingkat internasional,” ujarnya.

Menurut dia, capaian jabatan guru besar merupakan wujud pengabdian akademik, di mana hasil riset harus dinantikan dan dimanfaatkan masyarakat luas.

“Maka setelah dikukuhkan, guru besar saat ini risetnya harus lebih keras lagi, lebih giat lagi, dan lebih berdampak bagi masyarakat luas,” tuturnya.

Ia menambahkan, jabatan guru besar adalah awal karir seorang dosen dengan kapasitas besar sehingga wajib menjaga kualitas dan komitmen sebagai akademisi tertinggi.

“Seorang guru besar sudah semestinya mampu memproduksi dan menjadi produsen ilmu pengetahuan dan karya ilmiah, serta kekayaan intelektual,” tutur Prof. Fauzi.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026