Personel dari Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Situbondo, Jawa Timur, melakukan pengamanan dan pengawalan kendaraan truk bahan bakar minyak untuk mempercepat proses pengisian BBM di sejumlah SPBU di wilayah itu.
Dalam waktu beberapa hari terakhir di sejumlah SPBU di Situbondo terjadi antrean kendaraan roda dua maupun roda empat dari pagi hingga malam karena terjadi kemacetan di jalur pantura Situbondo-Banyuwangi imbas penutupan jalan nasional di jalur Gumitir yang menghubungkan Banyuwangi-Jember.
Kasat Lantas Polres Situbondo AKP Nanang Hendra Irawan di Situbondo, Rabu, mengemukakan antrean kendaraan roda dua dan roda empat masih terjadi hingga hari ini setelah polisi melakukan pemantauan di lapangan.
"Antrean kendaraan di SPBU merupakan dampak dari penutupan jalur Gumitir, sehingga arus kendaraan dari arah Surabaya menuju Banyuwangi dialihkan melalui jalur pantura Situbondo. Ini menyebabkan peningkatan konsumsi BBM yang cukup signifikan," ujar dia.
AKP Nanang menyampaikan bahwa Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus telah memastikan pasokan BBM ke Situbondo dalam kondisi aman dan lancar.
"Bahkan juga telah ada penambahan distribusi untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan BBM masyarakat akibat peningkatan jumlah kendaraan di sepanjang jalur pantura Situbondo," kata dia.
Untuk menjaga ketertiban lalu lintas dan mencegah kemacetan, lanjut Nanang, personel Polres Situbondo dan Polsek Jajaran dikerahkan ke sejumlah titik SPBU guna membantu pengaturan lalu lintas dan antrean kendaraan.
"Petugas kami juga membantu mengatur antrean agar tetap tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lain, petugas juga mengelola arus lalu lintas di sekitar SPBU agar tetap lancar," tutur dia.
Nanang menambahkan, Polres Situbondo melakukan pengawalan truk-truk tangki BBM yang masuk ke Situbondo terutama yang terhambat kemacetan.
"Pengawalan truk BBM ini atas permintaan dari pihak SPBU dan hampir di setiap titik kami lakukan pengaturan agar distribusi BBM berjalan lancar," kata dia.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025