Bojonegoro - Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), mencapai 20.826 sambungan rumah (SR) atau sekitar 22 persen dari jumlah penduduk di daerah setempat yang jumlahnya mencapai 1,3 juta jiwa. Direktur PDAM Bojonegoro , Achmad Darmawan, Kamis, mengatakan, masih minimnya jumlah layanan air bersih perpipaan di wilayah setempat dibandingkan dengan jumlah penduduk itu karena sebagian besar pemukiman warga belum ada jaringan pipa PDAM. Warga, menurut dia, harus membayar sendiri biaya pemasangan pipa jalur distribusi menuju pemukimannya kalau di daerahnya tidak ada jaringan pipa air. "Sesuai SK Direksi PDAM, kalau memang di pemukiman warga sudah ada jaringan pipa, biaya pemasangan SR mencapai Rp1,19 juta," katanya menjelaskan. Namun, lanjutnya, kalau tidak ada jaringan pipa air PDAM, warga harus menambah biaya pemasangan pipa air PDAM sesuai jarak terakhir pipa air PDAM ke pemukimannya, selain biaya SR baru sebesar Rp1,9 juta. "Besar kecilnya biaya pemasangan pipa jaringan baru bergantung jarak antara jaringan pipa PDAM dengan pemukiman warga," ujarnya. Ia menjelaskan, Pemerintah memasang target pada 2015, sekitar 80 persen penduduk sudah terlayani jaringan air bersih perpipaan. Melihat kondisi yang ada, ia pesismistis target tersebut bisa direalisasikan, mengingat berbagai pertimbangan di lapangan. Mengenai harga air langganan PDAM, Darmawan mengatakan, pihaknya sepakat dengan DPRD yang meminta harga langganan air PDAM naik, sebab selama ini perusahaan itu belum pernah memberikan setoran pendapatan asli daerah (PAD). "Hanya naiknya berapa, dibutuhkan berbagai pertimbangan agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat," ucapnya. Sementara itu, air langganan PDAM besarnya Rp1.450 per meter kubik dengan biaya produksi mencapai Rp1.800 per meter kubik. "Pelanggan PDAM di Bojonegoro terlayani dari air PDAM di 11 titik pengolahan air bersih," katanya. (*)

Pewarta:

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012