Pemerintah Kabupaten Magetan berupaya meningkatkan jumlah populasi ternak ruminansia besar di wilayahnya guna mendukung ketahanan pangan dan swasembada daging nasional.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Magetan Nur Haryani dalam keterangannya di Magetan, Kamis mengatakan peningkatan tersebut salah satunya dilakukan melalui program inseminasi buatan (IB).

"Sesuai data, terjadi peningkatan untuk populasi sapi perah, domba, dan kambing selama tahun 2020 hingga 2022. Untuk sapi potong, ada peningkatan di tahun 2020 ke 2021, sedangkan tahun 2022 menurun karena wabah PMK," ujar Nur Haryani.

Data dinas setempat mencatat, populasi sapi perah di Magetan tahun 2020 sebanyak 751 ekor, tahun 2021 753 ekor, dan tahun 2022 naik menjadi 1.056 ekor. Populasi domba di Magetan tahun 2020 sebanyak 36.516 ekor, tahun 2021 sebanyak 36.689 ekor, dan tahun 2022 naik menjadi 50.151 ekor.

Kemudian populasi kambing di Magetan tahun 2020 sebanyak 44.434 ekor, tahun 2021 sebanyak 44.272 ekor, dan tahun 2022 naik menjadi 44.610 ekor.

Sementara untuk populasi sapi potong di Magetan tahun 2020 sebanyak 117.469 ekor, tahun 2021 sebanyak 118.251 ekor, dan tahun 2022 menurun menjadi 100.674 ekor karena serangan penyakit mulut dan kuku (PMK).

Nur Haryani menambahkan, sebagai upaya menjaga kesehatan ternak kambing dan sapi di Magetan, dinas terkait terus melakukan vaksin PMK.

Dari total 100.000-an populasi sapi di Magetan, pemberian program vaksinasi PMK kini telah mencapai angka 75.000 ekor, dan akan terus meningkat sesuai target 100 persen selesai di tahun ini.

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023