Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Anti Narkotika (GRANAT) Jawa Timur mengecam perwira tinggi polisi yang terlibat kasus narkotika, psikotropika dan obat terlarang (narkoba).

"Masa' jenderal nyambi jual sabu," kata Ketua DPD Granat Jatim Arie Soeripan di Surabaya, Minggu, menunjuk kepada seorang perwira tinggi berpangkat jenderal bintang dua yang belum lama lalu ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba.

Di sisi lain, Arie mengapresiasi kinerja kepolisian yang bergerak cepat menangkap Inspektur Jenderal Polisi Teddy Minahasa yang disebut terlibat kasus narkoba.

Termasuk mendukung Presiden Joko Widodo yang telah memanggil seluruh Kapolda dan Kapolres se-Indonesia untuk mengembalikan kepercayaan institusi kepolisian kepada masyarakat.

Selanjutnya, Arie berharap seluruh jajaran kepolisian untuk tidak bermain-main dengan tindak kejahatan narkoba.

"Polri jangan sampai terlibat kasus narkoba dan judi daring," tuturnya.

Sementara itu DPD Granat Jatim saat ini sedang menggelar pemilihan Duta Anti Narkoba untuk wilayah provinsi setempat tahun 2022.

Hari Sabtu, 15 Oktober kemarin telah memasuki babak semi final yang berlangsung di Kampus Untag Surabaya.

Sebanyak delapan pasang putra dan putri lolos ke Grand Final.

Para finalis akan mengikuti karantina atau pembekalan selama dua hari pada 22 - 23 Oktober mendatang.

Nantinya akan terpilih tiga pasang finalis putra-putri sebagai Duta Anti Narkoba Granat Jatim 2022, yang akan bertugas membentengi remaja dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

"Selain itu juga mengajak remaja memerangi narkoba," kata Arie.

Pewarta: Hanif Nashrullah

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022