Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berpesan kepada tenaga kependidikan untuk bisa mewujudkan pendidikan yang mampu mengembangkan potensi siswa.

Hal ini disampaikan Bupati Ipuk ketika meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru di SMK Negeri 1 Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin.

"Saat ini kita dituntut untuk kemerdekaan belajar bagi para anak didik, bagaimana sekolah bisa menjadi fasilitator akan potensi dan minat belajar siswa masing-masing," ujarnya.

Dengan spirit merdeka belajar sebagaimana yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, Bupati Ipuk berharap sekolah-sekolah di Banyuwangi mampu melahirkan peserta didik yang nantinya bisa turut berkontribusi dalam pembangunan daerah. Tidak semata diajari dengan pelajaran yang tak mengakar dengan potensi dan kebutuhan di lingkungannya.

"Kembangkan kemampuan peserta didik untuk bisa turut membangun daerah. Tidak perlu, misalnya harus mengajar prestasi di bidang eksakta, jika anak didik yang belajar memiliki minat yang berbeda serta potensi lingkungannya tidak mendukung," kata Ipuk.

Ia mengatakan pemerintah daerah setempat memberi ruang yang cukup luas bagi para pelajar Banyuwangi untuk mengembangkan kreativitasnya, mulai dari dukungan berupa program hingga ruang-ruang publik yang bisa menjadi unjuk karya para pelajar.

"Para pelajar Banyuwangi terus kembangkan kreativitas kalian. Kami akan berusaha untuk memberikan ruang-ruang berkreasi yang sekiranya dapat menunjang proses kreatif tersebut," ujarnya.

Selain itu, Bupati Ipuk juga berpesan kepada seluruh pelajar Banyuwangi untuk belajar sebaik mungkin. Gunakan kesempatan sekolah dengan seksama.

"Nikmati masa-masa belajar di sekolah ini dengan sebaik-baiknya. Gunakan untuk belajar. Tingkatkan kemampuan kalian semua," kata Ipuk berpesan.

Dalam kesempatan itu, Ipuk secara simbolis menyerahkan bantuan dari sekolah berupa sepeda listrik roda tiga kepada Muhammad Yuki, salah satu siswa disabilitas yang diterima di SMKN 1 Glagah. Lulusan SMPLB Banyuwangi tersebut mengaku sangat bersemangat untuk bersekolah di SMKN 1 Glagah.

"Saya memilih sekolah kejuruan dengan harapan bisa punya keahlian khusus. Saya mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), saya ingin berwirausaha dengan keahlian yang saya punya nantinya," kata Yuki.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Suratno memastikan bahwa MPLS tahun ini bebas dari perundungan (peloncoan) dan kekerasan.

"Untuk pelaksanaan MPLS, kami tekankan tidak ada peloncoan, baik bullying maupun tindak kekerasan," ucapnya.

Senada juga disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi Istu Handono. "Kami terus memantau agar pelaksanaan MPLS sesuai dengan ketentuan. Tidak ada penyimpangan," katanya. (*)

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022