Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) berharap Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) tidak hanya menjadi rumah sakit yang melakukan pelayanan kesehatan ke pulau-pulau terpencil, namun bisa menjadi kapal penelitian.

"RSTKA punya potensi besar untuk dikembangkan. Salah satunya adalah bagaimana rumah sakit yang menjamah daerah-daerah terdalam Indonesia ini tidak hanya untuk pelayanan kesehatan saja. Tapi membantu menjawab permasalahan kesehatan melalui riset," kata Prof. Budi saat menyambut rombongan RSTKA dan BEM di kampus setempat, Kamis. 

Menurutnya, salah proyek terdekat yang bisa dilakukan adalah riset mengenai Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan stunting di wilayah terdalam di Indonesia. 

Sebelumnya, FK Unair telah berdiskusi dengan 
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mencoba menjawab tiga persoalan yang masih tinggi presentasenya di Indonesia ini. Dalam hal ini, peran RSTKA bisa dimaksimalkan dalam melakukan riset di wilayah terdalam. 

"Akan baik sekali jika nanti kita membuat proposal penelitian tentang stuntung. RSTKA nanti dibantu bidang 3 FK Unair. Nanti bergerak bersama RSTKA, staf dosen, alumni semua dilibatkan," ujarnya. 

Usulan ini disambut baik oleh Direktur RSTKA, dr. Agus Harianto, Sp.B(K). Dia mengatakan RSTKA siap bertransformasi menjadi kapal riset.

"Kita siapkan penelitian seperti apa yang disarankan oleh bapak dekan," katanya. 

Dokter Agus menuturkan, RSTKA nantinya akan berfokus di Pulau Madura terlebih dahulu sebagai percontohan. Hasil dari penelitian ini, nantinya bisa dijadikan acuan awal untuk diterapkan di pulau-pulau lain. 

"Madura akan kami jadikan pilot project pelayanan kesehatan berbasis maritim. Jadi dua kali dalam setahun kami akan melakukan pelayanan kesehatan serta riset di situ. Setidaknya ada 15 pulau kecil yang akan kita kunjungi dan akan kita lakukan penelitian," paparnya. 

Penelitian pertama, lanjutnya, RSTKA akan membuat database tentang pelayanan kesehatan dan penyakit yang lain. Selanjutnya akan disusul mengenai program peningkatan ekonomi masyarakat di kepulauan.

Terakhir, Dokter Agus juga berharap kapal ini bisa menjadi wahana pendidikan. Terutama Pendidikan karakter yang mampu mendidik dokter berjiwa satria, memiliki kepekaan sosial tinggi dan tetap rendah hati. (*) 

Pewarta: Willy Irawan

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022