Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari mengajak masyarakat, khususnya seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur untuk mendukung gerakan diet plastik.

"Gerakan itu dilakukan sebagai salah satu wujud kepedulian Pemkab Probolinggo terhadap salah satu isu global penanganan sampah plastik," katanya saat rapat koordinasi bulanan bersama segenap kepala organisasi perangkat daerah dan camat di Ruang Pertemuan Jabung 3 Kantor Bupati Probolinggo di Probolinggo, Senin.

Sebelum memberikan imbauan gerakan diet plastik, Bupati Probolinggo dua periode itu, juga telah mengawali komitmen tersebut selama satu tahun terakhir, yakni lebih bijak dalam menggunakan bahan-bahan yang mengakibatkan sampah plastik, untuk mengurangi kantong atau kemasan plastik yang berlebihan.

"Salah satu cara paling mudah adalah dengan membawa botol tumbler (tempat air minum) pada saat ke kantor atau pergi untuk meminimalisir pemakaian air minum kemasan yang berpotensi menghasilkan sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang secara cepat," tuturnya.

Bupati Tantri juga meminta jajarannya setiap rapat atau pertemuan di lingkungan Pemkab Probolinggo untuk tidak menyediakan lagi air mineral dalam kemasan dan makanan ringan yang menggunakan bungkus plastik berlebihan, sehingga air minum bisa menggunakan gelas yang bisa digunakan kembali.

"Semoga langkah kecil itu bisa dilakukan secara bersama-sama dan insyaallah dapat memberikan perubahan yang besar bagi bumi kita, dan tentunya menjadi warisan terbaik bagi anak cucu kita ke depannya," ujarnya.

Imbauan tersebut sebenarnya juga sudah dilakukan oleh Puskesmas Tongas Probolinggo dengan menerapkan penyediaan hidangan rapat bebas kemasan plastik sejak awal April 2019, sehingga tidak menyediakan air minum kemasan plastik maupun makanan kemasan styrofoam untuk semua pertemuan yang diselenggarakan di ruang pertemuan puskesmas setempat.

Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia Nomor SE.3/UN/RT/SET.1/2/2018 tentang imbauan penyediaan hidangan rapat bebas kemasan plastik.

Dalam surat edaran tersebut mengimbau lingkungan pemerintah turut mengurangi penggunaan kemasan plastik dalam menyediakan makanan ringan saat mengadakan rapat atau pertemuan.

Kepala Puskesmas Tongas Kurnia Ramadhani mengatakan Puskesmas Tongas menggunakan gelas yang setiap kali digunakan harus dicuci dengan bersih dan menggunakan penutup gelas dari kertas yang sekali pakai sehngga peserta pertemuan dapat mengisi air berulang kali.

"Terlebih lagi untuk para pegawai karena masing-masing memiliki tumbler atau gelas untuk minum setiap harinya. Ini adalah tahap pertama, khusus acara di ruang pertemuan dan air minum pegawai, namun kami terus mendorong hal itu bisa dilakukan oleh semua pihak," katanya.
 

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019