Bojonegoro (Antaranews Jatim) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, optimistis target perolehan dana bagi hasil (DBH) migas yang sudah terpasang sebesar Rp988,8 miliar di dalam APBD 2018bisa terealisasi, tidak terpengaruh  kelebihan bayar DBH migas sebesar Rp754,2 miliar.

Kepala Dinas Pendapatan Pemkab Bojonegoro Herry Sudjarwo, di Bojonegoro, Kamis, menjelaskan daerahnya masih memiliki kelebihan bayar DBH migas sebesar Rp754,2 miliar untuk DBH migas 2014, 2015 dan 2016.

Sesuai ketentuan kelebihan bayar DBH migas sebesar Rp754,2 miliar itu harus dikembalikan daerahnya dalam kurun waktu selama tiga tahun.

Namun, kata dia, kelebihan bayar DBH migas Rp754,2 miliar dari Pemerintah Pusat itu, tidak menganggu target DBH migas 2018. Sebab, DBH migas triwulan IV 2017 yang besarnya mencapai Rp806,5 miliar baru disalurkan Pemerintah pada 2018.

Dengan demikian, katanya, kalau diperhitungkan perolehan DBH migas triwulan IV 2017 sebesar Rp806,5 miliar yang akan diterima pada 2018, setelah dipotong kelebihan bayar DBH migas sebesar Rp754,2 miliar, maka daerahnya justru masih memiliki kelebihan DBH migas sebesar Rp52,3 miliar.

"Berdasarkan perhitungan perolehan DBH migas, maka Pemerintah Pusat masih harus menambah DBH migas sebesar Rp52,3 miliar pada 2018," ucapnya, menegaskan.

Hanya saja, menurut dia, perhitungan yang dilakukan terkait DBH migas yang akan diterima pada 2018 itu semuanya bergantung komitmen Pemerintah Pusat, untuk memperhitungkan kelebihan bayar DBH migas dan pembayaran DBH migas triwulan IV 2017 secara normal.

"Ya bisa saja Pemerintah menunda pembayaran DBH migas karena kebutuhan nasional lainnya lebih diprioritaskan," ujarnya.

Ia menambahkan DBH migas daerahnya cenderung meningkat disebabkan pengaruh kenaikan harga minyak dunia yang semula ditetapkan sebesar 48 dolar Amerika Serikat di dapam APBN, kemudian baik menjadi lebih dari 60 dolar Amerika Serikat/barel sejak akhir Desember 2017.

"Kalau produksi minyak Bojonegoro baik dari lapangan Blok Cepu maupun lapangan minyak Sukowati stabil rata-rata sekitar 220 ribu barel per harinya," ujarnya, menambahkan. (*)
(T.KR-SAS/B/B012/B012) 22-02-2018 18:52:38

Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018