Madiun, (Antara Jatim) - Sebuah bangunan tanggul jembatan yang menghubungkan antardesa di Desa Doho, Kabupaten Madiun, Jawa Timur ambrol sehingga berbahaya untuk dilintasi warga.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Doho Serda Kemis Riyanto, Kamis mengatakan tanggul jembatan yang ambrol tersebut menghubungkan Desa Doho dengan Desa Ngrawan di Kecamatan Dolopo.

"Kami berkoordinasi dengan pihak terkait seperti perangkat desa, BPBD, dan Dinas PU untuk menutup akses jembatan tersebut. Sebab, jika tidak ditutup dan tetap dilalui membuat retakan tanah di sekitar tanggul semakin melebar sehingga membahayakan karena jembatan rawan ambrol," ujar Serda Kemis kepada wartawan.

Menurut dia, ambrolnya tanggul jembatan tersebut diduga akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Madiun pada beberapa hari terakhir. Hal itu membuat bangunan tanggul tergerus oleh arus sungai yang deras akibat tingginya debit air.

Anggota TNI dari Kodim 0803/Madiun dibantu petugas BPBD dan warga desa setempat bergotong-royong membersihkan reruntuhan bangunan tanggul yang ambrol.

Sementara, warga di dua desa yang hendak melintasi jembatan tersebut terpaksa harus melewati jalur lain yang jaraknya lebih jauh dua kilometer.

Warga desa setempat Katimin mengatakan sebelum tanggul ambrol, bangunan tersebut sudah mengalami keretakan sejak dua tahun lalu.

"Tanggulnya sudah retak lama. Mungkin karena itu saat hujan lebat dan air sungai deras akhirnya tidak kuat dan ambrol," kata dia.

Warga berharap tanggul yang ambrol tersebut segera diperbaiki agar jembatan yang menjadi akses utama penghubung antardesa tersebut dapat digunakan kembali.

Sebab, jembatan tersebut merupakan jalur transportasi warga guna menunjang akses perekonomian, pendidikan, dan sosial warga desa setempat.

Pihak BPBD Kabupaten Madiun terus mengimbau warga untuk mewaspadai curah hujan yang tinggi pada awal musim penghujan jelang akhir 2017 ini.(*)

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017