Bojonegoro (Antara Jatim) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Jatim, mengalirkan air Waduk Pacal sebesar 5 meter kubik/detik untuk mencukupi kebutuhan irigasi tanaman padi seluas 13.637 hektare. "Pengeluaran air Waduk Pacal sebesar 5 meter kubik per detik sudah berjalan sejak 3 Mei lalu atas permintaan petani. Tapi pengeluaran air Waduk Pacal akan dihentikan 9 Mei," kata Kasi Operasi UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Mucharom, Selasa. Ia menjelaskan pengeluaran air selama sepekan sebesar 5 meter kubik/detik itu sudah diperhitungkan akan mampu untuk mencukupi kebutuhan air tanaman padi seluas 13.637 hektare di daerah irigasinya yang usianya berkisar 2-3 pekan. "Besarnya pengeluaran sudah diperhitungkan sesuai hasil survei lapangan," jelasnya. Ia menyebutkan lokasi tanaman padi yang memperoleh pasokan air Waduk Pacal disejumlah desa di Kecamatan Sukosewu, Kapas, Balen, Sumberrejo, Kanor, Kepohbaru dan Baureno. "Sesuai perhitungan besarnya air yang dikeluarkan 5 meter kubik per detik selama sepekan, makan besarnya mencapai 3 juta meter kubik lebih," ungkapnya. Menurut dia, pada musim hujan ini Waduk Pacal mampu menampung air secara maksimal, bahkan sempat melimpas di saluran pelimpas karena daya tampungnya sudah penuh. Data di UPT Bengawan Solo, saat ini ketinggian air Waduk Pacal mencapai 114,90 meter dengan kapasitas air efektif sekitar 23 juta meter kubik yang semula ketinggian air pada papan duga mencapai 116,95 meter dengan tampungan air efektif lebih dari 24 juta meter kubik. Ditemui terpisah Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro Zaenal, didampingi stafnya Rudi menjelaskan pengeluaran air Waduk Pacal itu atas pengajuan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) di sepanjang daerah irigasi Waduk Pacal melalui Dinas Pengairan. "Sesuai usulan HIPPA besarnya permohonan air 8.791 meter kubik, tapi hanya memperoleh persetujuan 5 meter kubik/detik karena sesuai hasil survei lapangan yang dilakukan petugas," ucapnya. Ia memperkirakan Waduk Pacal masih berpeluang mendapatkan tambahan air hujan lagi, sebab sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) selama Mei masih akan ada hujan. "Kalau memang masih bisa mendapatkan tambahan air hujan, maka persediaan air Waduk Pacal akan aman untuk mencukupi kebutuhan air irigasi tanaman padi di daerah irigasinya selama kemarau, " katanya. (*)

Pewarta:

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013