Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Ngawi (DKPP) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur terus berupaya memperluas lahan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan (PRLB) di wilayah itu sebagai langkah mendukung ketahanan pangan nasional yang lebih baik.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DKPP Ngawi Hasan Zunairi di Ngawi, Senin mengatakan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan merupakan sistem pertanian yang mengelola seluruh sumber daya pertanian dan input usaha tani secara bijak, berbasis inovasi teknologi untuk mencapai peningkatan produktivitas berkelanjutan, menguntungkan secara ekonomi dan berisiko rendah atau tidak merusak fungsi lingkungan.

Terkait dengan progres program pertanian ramah lingkungan berkelanjutan di Kabupaten Ngawi hingga saat ini, katanya, dari luas lahan tanaman padi mencapai 49.442 hektare, tercatat 27.397 hektare telah menjalankan PRLB.

Pada 2026, Pemkab Ngawi menargetkan program pertanian ramah lingkungan berkelanjutan mencapai 35 ribu hektare.

"Luasan tersebut akan terus bertambah seiring dengan pengembangan inovasi program pertanian ramah lingkungan berkelanjutan yang dilakukan," katanya.

Hasan menjelaskan sejumlah langkah dan inovasi terus dilakukan untuk mendorong dan memperluas pertanian ramah lingkungan berkelanjutan di Ngawi, di antaranya dengan pelatihan pembuatan mikro organisme lokal (MOL) agar petani tidak bergantung pada pupuk kimia.

Berdasarkan data, dari sekitar 213 desa di Kabupaten Ngawi, saat ini tinggal 15 desa yang belum terfasilitasi untuk pembuatan MOL.

DKPP terus memberikan pelatihan hingga seluruh desa di Ngawi terfasilitasi dan dapat menggunakan pupuk organik untuk memperluas pertanian ramah lingkungan berkelanjutan.

Dengan upaya-upaya pertanian ramah lingkungan berkelanjutan tersebut diharapkan mutu produksi padi yang dihasilkan lebih baik untuk dikonsumsi dan terhadap dampak lingkungan.

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026