Surabaya (ANTARA) - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Bunda Literasi Surabaya Rini Indriyani mengajak orang tua untuk mendongeng kepada anak sebagai upaya mengurangi ketergantungan mereka terhadap penggunaan gawai.

"Dengan mendongeng itu, maka ada kedekatan antara orang tua dengan anak. Yang kedua, orang tua bisa memberikan pesan-pesan yang mudah masuk (dimengerti) biasanya melalui dongeng itu," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di sela menghadiri kegiatan Cerita Ayah Eri dan Bunda Rini itu Asyik (Ceria) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (Stiesia) di Surabaya, Selasa.

Pada kesempatan itu, Pemkot Surabaya mendatangkan 300 keluarga pemula untuk mengikuti kegiatan Ceria untuk meningkatkan literasi antara orang tua dengan anak di Kota Surabaya.

"Dalam kegiatan ini sengaja mengundang orang tua pemula atau pasangan suami istri (pasutri) yang baru menikah untuk membiasakan mendongeng ketika bersama anak-anaknya. Dengan cara ini, maka secara tidak langsung orang tua akan membatasi anak untuk menggunakan gawai," katanya.

Ia mengajak seluruh orang tua di Kota Surabaya membiasakan mendongeng ketika bersama anak-anaknya di rumah.

Dia menilai cara ini cukup ampuh untuk mendidik karakter anak sejak PAUD hingga SD.

Selain itu, kata dia, pesan orang tua juga akan lebih mudah tersampaikan kepada anak-anak ketika disampaikan melalui mendongeng.

Melalui dongeng, ujar dia, juga akan lebih mudah menanamkan nilai-nilai sosial, moral, dan budaya lokal kepada anak.

Selain itu, memperkuat hubungan antara orang tua dengan anak di daerah setempat.

"Anak-anak sekarang ini, cerita lokal saja banyak nggak mengerti, budaya lokal tidak mengerti, tapi budaya luar negeri banyak tahu. Nah, ini berarti kan tidak sesuai dengan budaya lokal di Indonesia, khususnya Surabaya, maka akan terjadi gesekan budaya. Boleh mengenal budaya luar negeri, tapi budaya lokal jangan hilang," ucapnya.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026