Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-KT) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur telah mencairkan klaim bagi peserta program Jaminan Sosial Tenaga Kerja sebesar Rp9,7 miliar.
"Pencairan klaim ini, terhitung mulai Januari hingga 1 Mei 2026 dengan sasaran sebanyak 1.058 peserta," kata Kepala BPJS-KT Kabupaten Pamekasan Anita Ardhiana di Pamekasan, Sabtu.
Ia menjelaskan, pembayaran klaim tersebut sebagai wujud komitmen BPJS-KT dalam memastikan perlindungan sosial pekerja.
Selain itu, BPJS-KT Pamekasan juga menyalurkan beasiswa kepada 43 anak peserta program Jamsostek tersebut senilai Rp205 juta.
"Dan beasiswa bagi anak peserta Jamsostek ini juga menjadi bagian penting dari perlindungan jangka panjang bagi keluarga pekerja," kata dia.
Kepala BPJS-KT Pamekasan Anita Ardhiana lebih lanjut menjelaskan, saat ini pihaknya terus berupaya meningkatkan kepesertaan program Jamsostek itu kepada para pekerja yang ada di Kabupaten Pamekasan.
"Ini kami lakukan, karena kepesertaan Jamsostek masih rendah," katanya.
Menurut Anita, total jumlah pekerja atau buruh di Kabupaten Pamekasan yang bekerja di berbagai perusahaan sebanyak 386.773 orang, akan tetapi yang menerima perlindungan jaminan keselamatan kerja hanya 92.529 orang.
"Karena itu, sosialisasi masih dan berkelanjutan terus kami lakukan, agar para pekerja yang belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial keselamatan kerja bisa segera mendapatkan dengan cara menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," katanya.
Program Jamsostek yang dikelola BPJS-KT ini meliputi, Program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Selain itu, peserta bisa mendapatkan manfaat berupa beasiswa pendidikan bagi anak peserta Jamsostek tersebut.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026