Akademisi Institut Kesenian Jakarta Dr. Nungki Kusumastuti bersama Bank Indonesia (BI) mengajak para generasi muda termasuk gen milenial dan Z untuk meneruskan perjuangan R.A. Kartini melalui cara masing-masing di era modern ini.

“Gen Z itu adalah pendobrak di eranya dia. Saya juga pendobrak di era saya. Tapi dengan sikap yang karena untuk maju memang harus mendobrak. Jangan ikut saja yang lama karena tidak lagi semua yang lama itu cocok,” kata Nungki di Surabaya, Jawa Timur, Rabu.

Dalam Talkshow Penari dalam Visual Uang Rupiah bersama BI, Nungki menuturkan semangat Kartini bukan hanya mengenai emansipasi dan kesetaraan saja melainkan berani menghilangkan aspek-aspek yang menghalangi langkah perempuan.

Bahkan, kata dia, tantangan itu terkadang datang dalam diri perempuan sendiri karena merasa tidak percaya diri untuk melangkah sehingga hal ini yang harus didobrak.

Terlebih, era saat ini menuntut perempuan untuk berani melangkah sehingga berdaya guna baik bagi dirinya maupun lingkungan sekitar.

Meski demikian, Nungki mengingatkan di tengah banyaknya kreativitas, estetika, dan kecerdasan untuk meneruskan perjuangan Kartini namun harus tetap memperhatikan nilai-nilai budaya dan agama termasuk etika.

Ia mengatakan dengan tetap berpegang dengan nilai budaya dan agama maka langkah pendobrakan yang dilakukan bukan untuk merusak melainkan melengkapi hal-hal yang belum ada sebelumnya.   

“Di situ ada nilai-nilai yang harus kita selalu pegang. Nilai-nilai itu bisa berangkat dari nilai lokal kita Indonesia dan nilai agama kita,” ujarnya.

Ketua Persatuan Istri Pegawai BI Komisariat Jawa Timur (PIPEBI) sekaligus Ketua Ikatan Wanita Perbankan (IWABA), Ning Ibrahim, menekankan komunikasi sebagai kunci agar langkah para generasi muda untuk meneruskan perjuangan Kartini tetap pada jalannya.

Dalam hal itu, bimbingan dari orang tua sangat penting untuk menciptakan komunikasi yang baik dengan generasi muda termasuk terhadap langkah-langkah mereka dalam meneruskan perjuangan Kartini.   

Hal itu lantaran karakteristik generasi kini sangat berbeda dengan generasi dahulu karena generasi muda saat ini membutuhkan alasan dan penjelasan yang jelas pada setiap langkah yang mereka ambil.

“Kita tidak bisa hanya melarang namun kita harus menjelaskan alasannya kenapa kita melarang. Itu generasi muda sekarang,” kata Ning.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026