Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama masyarakat Kabupaten Malang, Jawa Timur menggalang bantuan bagi korban bencana alam yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh melalui Jazz Parlement 2026, Minggu malam.

Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi di sela acara Jazz Parlement di halaman gedung DPRD setempat, mengatakan penggalangan donasi ini merupakan bentuk dukungan terhadap setiap korban bencana di tiga provinsi di Pulau Sumatera itu.

"Ketimbang acara yang biasa saja, mending dibalut dengan lelang donasi untuk saudara kita yang berada di Sumatera-Aceh. Mereka butuh banyak uluran tangan baik dari pemerintah dan masyarakat di Indonesia," kata Darmadi.

Selain itu, Darmadi menyampaikan bahwa acara Jazz Parlement diselenggarakan sebagai ruang berinteraksi dengan seluruh warga Kabupaten Malang.

Para anggota dewan dikatakannya berupaya menjaring aspirasi dan setiap persoalan di lingkungan masyarakat yang ada di wilayah tersebut .

Lebih lanjut, kata dia, melalui acara tersebut pihaknya berkeinginan memperkuat hubungan dan kedekatan sebagai wakil rakyat dengan masyarakat. 

Jazz Parlement disebutnya menjadi ruang bagi masyarakat untuk secara langsung menyampaikan kritik terhadap kinerja para anggota legislatif.

"Kami siap dimarahi rakyat," tuturnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Malang Abdul Qodir menyampaikan selain dari donasi, bantuan yang bagi korban bencana alam bersumber dari hasil lelang sejumlah karya seni.

Pihaknya juga terus mengajak setiap elemen masyarakat di Kabupaten Malang untuk bersama-sama meringankan beban para korban terdampak bencana alam.

"Kalau nominalnya kami belum dapat berapa pastinya, tapi yang jelas penyaluran pasti bisa melalui lembaga pemerintah atau lembaga DPRD Malang. Nanti berupa infrastruktur yang dibutuhkan," ujarnya.

Dia memastikan bahwa event musik ini merupakan telah menjadi embrio dan akan diteruskan di tahun-tahun mendatang.

Di tempat yang sama, Pakar Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Dr Suko Widodo, Drs., M.Si menyebut gelaran yang diselenggarakan di DPRD Kabupaten Malang sebagai bentuk mengembalikan keakraban sosial yang telah terkikis oleh kehadiran media sosial.

"Ini gaya strategi komunikasi kultural dan memang bagi masyarakat Indonesia tatap muka masih dibutuhkan," tuturnya.

Pada gelaran tahun pertama Jazz Parlement menghadirkan musisi sekaligus Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto dan Kiai Kanjeng. 

Pewarta: Ananto Pradana

Editor : A Malik Ibrahim


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026