Tenun ikat Parengan khas Lamongan

  • Rabu, 5 Februari 2025 5:08

Perajin menunjukan hasil sarung yang dibuat dengan metode Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di sentra industri tenun ikat Parengan, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (4/2/2025). Tenun ikat khas Lamongan yang dijual dengan harga Rp225 ribu hingga Rp2,5 juta tergantung jenis dan motif itu telah diekspor ke sejumlah negara di Timur Tengah dan Somalia serta menjadi salah satu desa devisa di Jawa Timur. Antara Jatim/Rizal Hanafi/um

Perajin memasukan benang untuk membuat kain tenun dengan metode Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di sentra industri tenun ikat Parengan, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (4/2/2025). Tenun ikat khas Lamongan yang dijual dengan harga Rp225 ribu hingga Rp2,5 juta tergantung jenis dan motif itu telah diekspor ke sejumlah negara di Timur Tengah dan Somalia serta menjadi salah satu desa devisa di Jawa Timur. Antara Jatim/Rizal Hanafi/um

Perajin menyelesaikan pembuatan kain tenun dengan metode Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di sentra industri tenun ikat Parengan, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (4/2/2025). Tenun ikat khas Lamongan yang dijual dengan harga Rp225 ribu hingga Rp2,5 juta tergantung jenis dan motif itu telah diekspor ke sejumlah negara di Timur Tengah dan Somalia serta menjadi salah satu desa devisa di Jawa Timur. Antara Jatim/Rizal Hanafi/um

Berita Terkait