Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur bergerak cepat dalam melakukan penanganan terpadu bencana banjir dan tanah longsor akibat hujan deras yang disertai angin kencang dan petir yang melanda beberapa kecamatan di Lumajang, Sabtu (1/11) malam.
"Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pemantauan, assesmen, dan membantu warga terdampak di sejumlah titik bencana," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Yudi Cahyono dalam keterangannya di kabupaten setempat, Minggu.
Menurutnya upaya penanganan dilakukan secara terpadu, mulai dari pembersihan material longsor, penyedotan air di kawasan genangan, hingga distribusi bantuan logistik ke wilayah yang terdampak paling parah.
"BPBD juga telah menyiagakan alat berat, kendaraan operasional, serta berkoordinasi dengan perangkat daerah dan aparat kecamatan guna memastikan akses jalan tetap terbuka bagi warga," tuturnya.
Ia mengatakan pihaknya terus melakukan monitoring dan penanganan di lapangan, berkoordinasi dengan camat serta relawan desa tangguh bencana dengan fokus utama adalah menjaga keselamatan warga dan mempercepat pemulihan akses.
"Berdasarkan hasil assesmen awal, hujan deras yang terjadi sejak Sabtu (1/11) sore menyebabkan bencana di sejumlah wilayah, antara lain longsor, banjir, dan pohon tumbang di beberapa kecamatan," katanya.
Berdasarkan data BPBD Lumajang dilaporkan bahwa di Kecamatan Padang terjadi longsor di jalan penghubung Desa Padang–Desa Mojo dan Desa Mojo–Kalisemut; kemudian di Kecamatan Sukodono terjadi banjir di RW 09 Desa Dawuhan Lor, RW 08 Desa Kutorenon, dan Perumahan Sakinah Desa Sumberejo.
Sedangkan di Kecamatan Kedungjajang terjadi longsor di Dusun Gondang, Desa Krasak (penghubung Dadapan–Gucialit), di Kecamatan Lumajang terjadi genangan di Kelurahan Tompokersan dan Rogotrunan, sementara di Kecamatan Candipuro terjadi banjir di Jalan Nasional Desa Sumberwuluh serta longsor di KM 54 dan 56 Piket Nol.
Di Kecamatan Pronojiwo terjadi bencana longsor menimpa dua rumah di Desa Tamanayu dan Desa Sumberurip, kemudian di Kecamatan Tempursari terjadi luapan sungai Sukosari yang mengalami kenaikan debit air cukup signifikan.
"Di Kecamatan Pasirian terdapat pohon tumbang di Desa Bago yang menimpa rumah warga dan menyebabkan satu korban luka yakni Supandi (54) dan kini mendapat perawatan di RSUD Pasirian," katanya.
Yudi mengatakan BPBD Lumajang terus memperbarui data dan melakukan asesmen terhadap potensi bencana susulan, mengingat intensitas hujan masih tinggi di beberapa titik hingga malam hari, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor dan luapan sungai.
"Semua unsur sudah siaga, termasuk dapur umum dan posko darurat di titik-titik strategis. Kami pastikan setiap laporan warga akan segera ditindaklanjuti," ujarnya.
Ia menjelaskan langkah cepat tersebut menunjukkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam melindungi keselamatan warga dan menjaga ketangguhan Lumajang menghadapi cuaca ekstrem.
