Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Kabupaten Probolinggo menempati peringkat tertinggi se-Jawa Timur dalam realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, bahkan menduduki posisi tujuh besar dalam realisasi belanja APBD tahun 2025 secara nasional.
"Pemkab Probolinggo kembali mendapat pengakuan tingkat nasional. Prestasi itu menunjukkan kedisiplinan dan keseriusan seluruh jajaran perangkat daerah dalam memaksimalkan penyerapan anggaran untuk kepentingan publik," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Probolinggo, Selasa.
Menurut dia, pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam forum resmi Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) saat retreat Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Bappeda se-Indonesia di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Sekda Ugas mengatakan capaian tersebut tidak hanya berarti apresiasi kinerja, tetapi juga berpotensi mendatangkan insentif anggaran dari pemerintah pusat.
“Alhamdulillah mendapat apresiasi dari Mendagri. Realisasi terbaik itu biasanya mendapatkan bonus atau insentif tambahan anggaran dari pemerintah pusat, nilainya berkisar Rp6 sampai Rp7 miliar," katanya.
Menurut dia, capaian realisasi anggaran tidak lepas dari proses perencanaan yang matang, kemudian perencanaan yang baik harus disusun secara strategis, logis, realistis dan fleksibel agar mampu mencapai tujuan pembangunan secara efektif.
“Realisasi anggaran yang optimal berawal dari perencanaan yang baik. Kami harus mampu memprediksi tantangan sekaligus mengalokasikan sumber daya secara tepat sejak awal tahun, bukan menunggu di akhir," katanya.
Ia mengatakan selama ini kebiasaan pelaksanaan kegiatan yang menumpuk di akhir tahun menjadi salah satu penyebab rendahnya serapan anggaran pada triwulan sebelumnya.
“Selama ini realisasi APBD masih banyak bertumpu pada kegiatan di akhir tahun. Dampaknya, anggaran menumpuk dan pelaksanaan program kurang merata sepanjang tahun,” katanya.
Berdasarkan paparan grafik realisasi APBD kabupaten se-Indonesia per 24 Oktober 2025, Kabupaten Probolinggo menembus angka 71,85 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang masih berada di 57,60 persen.
“Progres itu sekaligus mengantar Kabupaten Probolinggo masuk dalam jajaran 20 kabupaten dengan serapan anggaran tertinggi di Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Bupati Probolinggo Mohammad Haris mengatakan mengapresiasi seluruh perangkat daerah yang telah bekerja maksimal memastikan setiap program berjalan sesuai target.
“Capaian itu adalah hasil kolaborasi dan disiplin seluruh perangkat daerah. Kami ingin memastikan setiap rupiah APBD benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar dia.
Ia menjelaskan capaian tersebut mendukung komitmen pemerintah daerah dalam transformasi digital, transparansi anggaran serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas perencanaan dan pengawasan agar realisasi APBD berjalan optimal,” katanya.
Dari total 415 pemerintah kabupaten yang dilaporkan secara nasional, Kabupaten Probolinggo kini menempati posisi prestisius dan bahkan melampaui sejumlah daerah besar lainnya di Jawa Timur seperti Banyuwangi dan Sidoarjo.
"Keberhasilan ini memperkuat posisi Kabupaten Probolinggo sebagai daerah dengan tata kelola fiskal yang sehat, kredibel dan memiliki daya saing kuat dalam percepatan pembangunan," katanya.
