Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Bupati Tulungagung, Jawa Timur Gatut Sunu Wibowo, Senin pagi, melakukan pemantauan ke salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah itu dan memastikan seluruh proses penyediaan makanan bagi masyarakat berjalan sesuai ketentuan.
Kunjungan pada pagi hari itu sekaligus menjadi ajang pemantauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah daerah.
Di dapur SPPG itu, Gatut memeriksa alur produksi mulai dari penerimaan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.
Ia juga mencicipi menu yang disiapkan sebelum meninjau langsung sekolah penerima manfaat MBG dan berdialog dengan siswa yang sedang menyantap hidangan bergizi.
Menurut Gatut, Tulungagung saat ini memiliki 29 SPPG yang beroperasi di berbagai kecamatan.
Setiap unit melayani sekitar 3 ribu – 4 ribu penerima manfaat, mulai dari ibu hamil, balita, hingga pelajar. Berdasarkan pemetaan kebutuhan, jumlah itu belum mencukupi.
"Total kebutuhan SPPG mencapai 80 unit. Kekurangannya akan kami penuhi secara bertahap dan ditargetkan rampung tahun ini," ujarnya.
Pemerintah kabupaten juga menekankan pentingnya aspek kebersihan dan keamanan pangan.
Seluruh SPPG mitra program MBG diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) sebagai jaminan mutu makanan.
Dinas Kesehatan telah menyiapkan pelatihan dan pendampingan teknis agar pengurus SPPG dapat segera mengajukan sertifikasi.
"Saat ini memang belum ada SPPG yang memiliki SLHS. Namun proses pengurusannya kami percepat, dan bulan depan ditargetkan sudah ada yang memperoleh sertifikat," katanya.
