Kota Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo Kota menangkap sebanyak 10 orang tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkoba di Operasi Tumpas Semeru 2025 yang digelar di wilayah hukum kota setempat.
"Mereka yang ditangkap terdiri dari satu tersangka sebagai bandar narkoba dan 9 orang tersangka lainnya sebagai pengedar. Sebanyak delapan dari 10 tersangka itu diduga merupakan 1 jaringan," kata Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Probolinggo Kota, Jawa Timur, Jumat.
Menurutnya pengungkapan 10 tersangka dalam kasus narkoba itu merupakan hasil operasi yang digelar selama 12 hari, yakni mulai 30 Agustus hingga 10 September 2025.
"10 tersangka yang berhasil kami amankan yakni FZ, RH, MZZ, RNR, ARFH, MFB, JK, MSH, kedelapan tersangka itu merupakan satu jaringan, sedangkan dua pengedar lain yang kami amankan adalah JS dan AA," tuturnya.
Selain menangkap tersangka, lanjut dia, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa narkoba jenis sabu-sabu seberat kurang lebih 39,66 gram, 11 unit HP sebagai alat komunikasi, 6 unit timbangan digital, 404 plastik klip kosong serta uang hasil penjualan Rp3,1 juta.
Terkait dengan delapan orang tersangka yang merupakan 1 jaringan, bandarnya adalah tersangka FZ yang diamankan di Kota Pasuruan. FZ itu juga terhubung dengan tersangka lain yang mempunyai nama alias “changcuters” yang merupakan bandar dari FZ, sampai saat ini masih dalam daftar pencarian orang (DPO) jajaran Polres Probolinggo Kota.
"Operasi itu juga untuk menciptakan kondisi kamtibmas di wilayah Kota Probolinggo agar tetap aman dan terkendali.”, katanya.
Ia menjelaskan para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 dan 2 junto Pasal 112 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman 5 hingga 20 tahun penjara, atau bahkan seumur hidup.
"Keberhasilan petugas dalam mengungkap kasus narkoba dalam jumlah banyak kali ini tidak lepas dari peran aktif semua pihak yang ada di Kota Probolinggo," ujarnya.
