Surabaya (ANTARA) - Produsen cat PT Avia Avian Tbk (Avian Brands) terus memperkuat kebijakan dalam menjalankan prinsip bisnis berkelanjutan dengan melakukan pembaruan terhadap kebijakan sustainability perusahaan.
Wakil Direktur Utama Avian Brands Ruslan Tanoko di Surabaya, Jawa Timur, Jumat menyampaikan kebijakan ini bukan sekadar dokumen formal, melainkan landasan strategis dalam transformasi keberlanjutan yang lebih terstruktur dan berdampak.
"Kami percaya bahwa keberlanjutan harus menjadi sistem, bukan slogan. Dengan kebijakan baru ini, kami memperkuat integritas dan akuntabilitas seluruh rantai nilai kami," ujarnya.
Ia mengatakan, peningkatan ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem manajemen keberlanjutan yang lebih terstruktur, terukur, dan selaras dengan standar nasional maupun internasional.
"Kebijakan sustainability terbaru mencerminkan peningkatan komitmen perusahaan terhadap isu-isu Environmental, Social, and Governance (ESG) yang lebih luas dan mendalam," katanya.
Ia mengatakan, kebijakan tersebut termasuk di dalamnya komitmen jangka panjang terhadap praktik bisnis berkelanjutan dan penguatan environmental supply chain dengan mendorong praktik ramah lingkungan di seluruh rantai pasok.
Kemudian, penegakan social supply chain melalui perlindungan hak asasi manusia, kondisi kerja yang adil, dan kepatuhan terhadap standar ketenagakerjaan.
"Selain itu juga ada penolakan penuh terhadap animal testing tanpa pengecualian, netralitas politik dengan tidak memberikan dukungan terhadap partai politik atau kandidat mana pun," katanya.
Ia mengatakan, sebagai bagian dari penguatan sistem, pihaknya mengembangkan Sustainability Management System (SMS) sebagai kerangka kerja strategis untuk mengelola seluruh aspek keberlanjutan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
"Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantauan, tetapi juga sebagai mekanisme pengambilan keputusan yang responsif dan berbasis data," katanya.
Ia menjelaskan SMS ini mencakup pelaporan bulanan kinerja keberlanjutan kepada Board of Directors dan Executive Leadership, guna memastikan transparansi, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan yang tepat waktu.
"Kemudian pembuatan dan pengelolaan database kinerja keberlanjutan dengan penanggung jawab (PIC) yang ditetapkan secara jelas di setiap unit kerja, untuk memastikan keterlibatan lintas departemen dan konsistensi dalam pelaporan," katanya.
