Surabaya (ANTARA) - Pelatih Bali United Jan Jansen mengakui Persebaya bermain lebih efektif dalam memanfaatkan peluang, sementara timnya melakukan sejumlah kesalahan yang berujung pada kekalahan dengan skor 5-2.
“Hari ini Persebaya tim yang lebih baik daripada kami. Kami mempunyai kesalahan dan mereka menyelesaikannya dengan sangat baik,” kata Jansen saat konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu malam.
Ia menambahkan Bali United sebenarnya tampil cukup baik dalam dua laga sebelumnya, namun kali ini lawan mampu memberikan perlawanan yang lebih kuat.
Sehingga, kata dia, anak asuhnya tidak bisa memberikan perlawanan yang lebih untuk membuat peluang dan dikonversikan menjadi gol.
Lebih lanjut, Jansen menilai kelemahan utama timnya adalah sering kehilangan bola sehingga memberi ruang bagi lawan untuk melancarkan serangan balik.
“Kami terlalu sering kehilangan bola saat menguasainya, kemudian kehilangan itu membuat lawan mendapat serangan balik. Itu yang harus kami perbaiki,” tuturnya.
Meski menelan tiga laga tanpa kemenangan, pelatih asal Belanda itu menegaskan klub yang mempunyai julukan Serdadu Tridatu itu, masih dalam tahap adaptasi dengan gaya bermain baru yang sedang ia terapkan.
Selain itu, ia menekankan bahwa proses perubahan gaya bermain membutuhkan waktu, karena tim sedang berada dalam fase naik-turun performa.
“Ini gaya bermain baru bagi Bali United. Kami memang banyak kehilangan bola, itu mengecewakan, tetapi kami masih berada dalam proses. Kadang naik, lalu turun, kemudian naik lagi,” ujarnya.
Sementara itu, pemain Bali United Boris Kopitovic juga menyampaikan jika Persebaya memang lebih dominan sepanjang pertandingan meski Bali United sempat memberi perlawanan.
“Saya hanya bisa bilang Persebaya tim yang lebih baik. Kami sempat memberikan perlawanan, tetapi itu belum cukup. Mereka tim yang lebih baik malam ini,” ucapnya.
