Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan wisata Gunung Bromo saat memasuki musim kemarau.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bersama Polda Jawa Timur menggelar apel siaga perlindungan kawasan hutan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian kawasan hutan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Lembah Watangan Bromo, Kabupaten Probolinggo, Rabu.
"Hal itu sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan keamanan kawasan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief di kabupaten setempat.
Menurutnya apel siaga itu bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara Balai Besar TNBTS, BPBD Kabupaten Probolinggo serta pemerintah dari tiga kabupaten sekitar guna melaksanakan perlindungan kawasan hutan yang merupakan bagian kawasan dari TNBTS.
"Kegiatan itu juga melibatkan petugas dari berbagai instansi untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan yang kerap melanda kawasan TNBTS, terutama pada musim kemarau," tuturnya.
Ia mengatakan apel siaga itu adalah bentuk kolaborasi antara instansi pemerintah dan lembaga terkait untuk mengurangi risiko kebakaran hutan, sehingga kegiatan semacam itu sangat penting agar seluruh pihak yang terlibat bisa siap siaga dan mengambil langkah-langkah cepat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
"Kegiatan apel siaga itu adalah bentuk kesiapsiagaan bersama untuk melindungi kawasan hutan dari potensi kebakaran yang menjadi ancaman serius bagi lingkungan kita," katanya.
Selain Pemkab Probolinggo, kegiatan itu diikuti oleh BPBD dari Kabupaten Lumajang, Malang dan Pasuruan serta Polres Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, Polisi Hutan (Polhut) serta sejumlah relawan.
