Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Penyidik kepolisian berhasil menemukan bukti petunjuk penting terkait penyebab kematian bayi yang ditemukan terkubur di samping rumah warga di Desa Sanggrahan Lor, Tulungagung, Jawa Timur.
Hal itu setelah polisi melakukan pemeriksaan intensif terhadap wanita muda berinisial MA (23), ibu kandung bayi, yang mengaku sempat menenggelamkan kepala bayinya ke dalam ember berisi air.
Kanit Reskrim Polsek Boyolangu Aiptu Wahyudi mengatakan, pemeriksaan terhadap MA tetap berjalan meski yang bersangkutan masih menjalani perawatan medis di RSUD dr. Iskak.
'Yang bersangkutan dalam kondisi sadar dan bisa dimintai keterangan. Dari hasil pengakuannya, ada unsur yang mengarah ke tindakan kekerasan terhadap bayi,” ujarnya, Senin.
MA mengaku melahirkan bayinya seorang diri pada Selasa (29/7/2025).
Karena tidak bisa menyusui, ia hanya memberi minum susu kemasan dan minuman isotonik dalam jumlah sangat sedikit.
Setelah persediaan habis, ia hanya menenangkan bayinya dengan cara memberikan jari tangannya untuk diemut.
Puncaknya terjadi pada malam hari, saat bayi menangis terus-menerus dan tampak sesak.
"MA mengaku panik dan kemudian menenggelamkan kepala bayinya selama beberapa detik ke dalam ember bekas mandi, lalu mengangkatnya kembali. Bayi sempat diam, tapi kemudian meninggal," terang Wahyudi.
Jasad bayi akhirnya dimakamkan secara diam-diam pada Kamis dini hari menggunakan alat seadanya.
Berdasarkan pengakuan MA, ia merasa bersalah dan menyesal, bahkan sempat meminta maaf kepada bayinya sebelum dimakamkan.
Otopsi sudah dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian, namun polisi masih menunggu hasil uji destruksi asam dari laboratorium forensik Polda Jawa Timur untuk memastikan dugaan pembunuhan.
"Untuk saat ini MA masih kami tetapkan sebagai saksi, tetapi penyidikan masih berjalan. Kami juga telah mengantongi identitas ayah biologis bayi dan akan melakukan pemanggilan dalam waktu dekat," tegas Wahyudi.
