Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga guna memastikan distribusi dan stok BBM di Jember aman menyusul penutupan Jalur Gumitir dan kemacetan di Ketapang.
"Masyarakat tidak perlu panic buying karena Pertamina sudah menjamin ketersediaan maupun suplai dari terminal BBM lain," kata Khofifah di Kantor Gubernur Jatim di Surabaya, Rabu.
Gubernur Khofifah menerima Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Aji Anom Purwasakti untuk menjelaskan kondisi terkini distribusi BBM ke Jember yang sebelumnya dipasok dari Tanjung Wangi, Banyuwangi.
Kini pasokan juga dialihkan dari Surabaya, Malang, serta sejumlah terminal BBM di Jawa Tengah dan DIY, yakni Semarang, Maos, Rewulu dan Boyolali.
Pertamina, kata Khofifah, telah menambah pasokan dari rata-rata normal harian sebesar 982 kiloliter menjadi 1.300 kiloliter untuk 40 SPBU di Jember.
"Kami meminta kepada masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM berlebihan karena stok cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan," tambah Khofifah.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Aji Anom Purwasakti menyampaikan, pihaknya melaporkan langsung progres penanganan distribusi BBM di Jember kepada Gubernur Khofifah.
"Saat ini, dipastikan suplai maupun pasokan sangat aman. Oleh karena itu, masyarakat jangan panic buying," katanya.
Aji menambahkan, pihaknya telah memitigasi dampak penutupan Jalur Gumitir dan kemacetan di Ketapang dengan mempercepat distribusi dan menambah armada.
"Per hari ini untuk percepatan distribusi BBM, Pertamina menambah mobil tangki dari sebelumnya 86 mobil tangki, sekarang menjadi 93 unit dengan tambahan dua unit dari Semarang, satu unit dari Maos, tiga unit dari Rewulu dan satu unit dari Boyolali," katanya.
