Surabaya - Bendahara "Jamaah Anshorut Tauhid" (JAT) Jawa Timur Ustaz Hadi Wiyono bersama seorang rekannya mendatangi Mapolda Jawa Timur, Rabu sore, namun kedatangannya sempat menimbulkan desas-desus.
"Dia datang karena dipanggil AKP Hilman (staf Intelijen Polda Jatim) untuk pengurusan perizinan satpam (perusahaan sekuriti)," kata Juru Bicara JAT Pusat, Ustaz Son Hadi.
Ia mengemukakan hal itu ketika dikonfirmasi wartawan melalui telepon terkait kedatangan pengurus JAT Jatim yang sempat memunculkan kecurigaan internal Polda Jatim dengan mendatangkan anjing pelacak.
"Itu tidak benar, karena dia (ustaz Hadi Wiyono) sudah sering datang ke Mapolda Jatim untuk urusan pekerjaan (perizinan dari perusahaan sekuriti), jadi sifatnya pribadi (urusan pekerjaan), nggak ada kaitannya JAT," katanya.
Oleh karena itu, ia mengharapkan media massa tidak membesar-besarkan masalah itu, karena memang urusannya sangat pribadi, apalagi pengurus yang bersangkutan memang sudah sering ke Mapolda Jatim untuk urusan serupa.
Secara terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Hilman Thayib ketika dikonfirmasi hal itu membantah kecurigaan yang ada itu merupakan kesiapsiagaan terhadap teroris.
"Itu bukan kecurigaan, tapi peningkatan kewaspadaan personel dan juga peningkatan pengamanan markas komando di seluruh Jatim terkait penyergapan teroris di Solo, Jawa Tengah, yang menewaskan dua terduga teroris dan seorang anggota polisi," katanya. (*)
Editor : Akhmad Munir
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.