Surabaya (ANTARA) - Indonesian Basketball League (IBL) menganugerahkan IBL Legacy Award 2025 kepada Bambang Susanto atau akrab disapa Suk Fuk, pemilik dan pembina klub Pacific Caesar Surabaya, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi panjangnya terhadap dunia bola basket nasional.
Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah menyampaikan penghargaan tersebut merupakan simbol apresiasi kepada sosok yang telah berjasa besar dalam perkembangan bola basket Indonesia.
“Suk Fuk mempertahankan eksistensi Pacific Caesar sejak 1968 secara mandiri, lintas generasi dan era kompetisi,” kata Junas saat dikonfirmasi ANTARA, Rabu.
Junas menambahkan, Suk Fuk tak hanya berperan sebagai manajer, tetapi juga pernah menjadi pemain andalan Pacific, termasuk saat klub menjuarai Kobatama Pratama dan meraih peringkat ketiga Kobatama 1991.
Junas menyebut komitmen Suk Fuk tercermin dari perhatiannya terhadap stadion, pemain, hingga kualitas kompetisi..
Pacific Caesar kini, kata dia, menjadi satu-satunya wakil Jawa Timur di IBL, dengan catatan peningkatan performa di musim 2025 yang finis di peringkat ke-9, yang juga meningkatkan fasilitas serta jumlah pendukung.
Pemilik Pacific saat ini, Irsan Pribadi Susanto, menilai dedikasi Suk Fuk yang juga ayahnya, sangat luar biasa untuk bola basket.
"Sejak saya TK, saya melihat dia total untuk basket, tidak peduli untung-rugi, bahkan saat sakit COVID, obat langka yang dia miliki malah dibagikan ke pemain,” ucapnya.
Oleh karena itu, dirinya turut bangga IBL telah memberikan IBL Legacy Award 2025 kepada sang ayah.
IBL Legacy Award sebelumnya diberikan kepada legenda basket Sony Hendrawan (2020) dan almarhum Danny Kosasih (2023).
Tahun ini, Suk Fuk menjadi penerima karena telah membangun bukan hanya panggung untuk Pacific, tetapi juga untuk bola basket Indonesia.
