Sampang - Al Quran yang digunakan kelompok Islam Syiah di Sampang, Madura sama dengan Al Quran yang digunakan Islam Sunni, dan tidak ada perbedaan sedikitpun. "Siapa bilang Al Quran yang kami gunakan berbeda. Itu kan hanya isu tak bertanggung jawab yang sengaja dienduskan agar kami dimusihi pengikut Sunni," kata istri pimpinan Islam Syiah Tajul Muluk, Ummi Kulsum di lokasi pengungsian di gedung olahraga (GOR) Wijaya Kusuma, Sampang, Jumat siang. Buktinya, kata dia, anak-anak Syiah belajar Al Quran yang sudah biasa digunakan kelompok Sunni dan mayoritas pengikut aliran Islam di Madura. Selama ada di pengungsian, para penyuluh dari Kantor Kementerian agama memang mengajarkan anak-anak korban penyerangan kelompok masyarakat bertikai ini membaca Al Quran. Jenis Al Quran yang digunakan mengajari ngaji anak-anak Syiah ini merupakan jenis Al Quran yang digunakan mayoritas umat Islam di Indonesia. Bahkan, para pengikut aliran Islam Syiah yang kini tinggal di lokasi pengungsian itu senang dengan bantuan mengaji yang dilakukan Kantor Kemenag Sampang. "Jika Al Quran yang kami gunakan beda, mana mungkin kami mau belajar Al Quran yang difasilitasi Kemenag Sampang ini," ucap Ummi Kulsum. Sementara, Kasi Mapanda Kantor Kementerian Agama Abd Hamid mengatakan, jenis Al Quran yang digunakan Kemenag Sampang merupakan Al Quran terbitan Departeman Agama yang biasa digunakan umat Islam pada umumnya. "Kalau Al Qurannya sama. Kami mengajari membaca Al Quran tidak masalah kok," ucap Hamid. (*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026