Surabaya (ANTARA) - Jamaah yang tergabung kelompok terbang (Kloter) 44 Debarkasi Surabaya asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memetik hikmah dari perjalanan ibadah haji di tengah ketegangan yang melanda kawasan Timur Tengah.
"Saya harap keberadaannya sehat lahir dan batin. Semoga menjadi haji yang mabrur. Kehadirannya sudah diharapkan oleh keluarga masing-masing. Semoga dapat berkumpul dengan kegembiraan dan penuh kesenangan," kata Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya Akhmad Sruji Bahtiar saat menyambut kedatangan jamaah Kloter 44 di Asrama Haji Surabaya, Rabu.
Kedatangannya terlambat sehari dari yang dijadwalkan karena penerbangannya harus ditunda demi keamanan, dampak dari ketegangan perang Iran - Israel, yang turut melibatkan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Jamaah berjumlah 379 orang itu mengaku sempat merasa panik ketika proses pemulangannya dari Tanah Suci dinyatakan ditunda. Karena di saat yang sama terjadi serangkaian serangan rudal Iran ke Pangkalan Militer Amerika Serikat di Qatar, sehingga menghentikan aktivitas penerbangan di langit Timur Tengah.
Mereka bersyukur akhirnya bisa tiba di Tanah Air dengan selamat setelah proses pemulangannya tertunda di tengah jadwal penerbangan yang semula tidak ada kepastian.
"Kami dievakuasi di sebuah hotel kawasan Kota Jeddah, Arab Saudi," kata Ahmad Ali Mutohar, salah satu jamaah haji Kloter 44 Debarkasi Surabaya, mengenang.
Semula jamaah Kloter 44 Debarkasi Surabaya dijadwal ulang pemulangannya tanggal 26 Juni 2025.
"Alhamdulillah, tadi malam kita sudah diminta boarding ke pesawat sehingga hari ini sudah sampai di Tanah Air," ujarnya.
Haji asal Kecamatan Songgon, Kabuapten Banyuwangi, itu mengaku selama dievakuasi di Jeddah, hanya merasakan kepanikan cuma sebentar.
"Selebihnya kita syukuri. Kita nikmati apa yang terjadi seperti ini," ucapnya.
Di balik proses penundaan pemulangan, Ali mengungkap para jamaah mendapatkan fasilitas istirahat yang lebih enak.
"Kita bisa istirahat dengan nyaman. Serasa kita menunaikan ibadah haji reguler dengan porsi Furoda atau versi VIP. Alhamdulillah, kita mendapat hikmah yang luar biasa dari peristiwa ini," katanya sembari tersenyum.
Sementara, jamaah haji Kloter 43 Debarkasi Surabaya, yang juga berasal dari Kabupaten Banyuwangi, sampai hari ini masih tertahan di Jeddah, dampak dari ketegangan perang Iran - Israel di Timur Tengah.
PPIH Debarkasi Surabaya memastikan jamaah Kloter 43 yang berjumlah sebanyak 380 orang itu telah memperoleh jadwal penerbangan untuk pulang ke Tanah Air pada 26 Juni besok.
