Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Pelaku usaha di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur melakukan inovasi dengan mengolah sisik ikan menjadi produk kecantikan berupa kapsul suplemen kulit, minuman serbuk kolagen hingga cemilan sehat yang memiliki nilai tinggi, dengan merek dagang Shaany Collagen.
"Sebuah inovasi luar biasa lahir dari tangan kreatif pelaku usaha lokal di Desa Bimo, Kecamatan Pakuniran membuat produk kecantikan dengan bahan baku sisik ikan," kata Bupati Probolinggo M. Haris dalam keterangan tertulis yang diterima di kabupaten setempat, Selasa.
Produk dengan merek Shaany Collagen tersebut diproduksi oleh CV. Shaany Inovasi Berkah, yang dikembangkan oleh Siti Nur Seha selaku pemilik usaha tersebut, dengan memanfaatkan bahan baku sisik ikan yang selama ini tidak dimanfaatkan.
"Kami bersama-sama menyaksikan bagaimana limbah sisik ikan diolah menjadi produk bernilai tinggi dan sebagai bentuk dukungan konkret, saya juga meresmikan laboratorium kecantikan yang diberi nama Laboratorium Sintesia (Sintesis Material Alam Indonesia)," tuturnya.
Ia menjelaskan laboratorium itu diharapkan dapat dipergunakan untuk memperkuat riset dan pengembangan produk berbahan dasar alami, khususnya dari potensi laut lokal.
Ide kreatif yang dilakukan oleh Siti Nur Seha patut diapresiasi karena mampu mengubah limbah menjadi produk kesehatan dan kecantikan yang bermanfaat.
“Selama ini sisik ikan kerap dianggap tak berguna, padahal memiliki kandungan kolagen yang tinggi. Sekarang, bukan hanya menjadi suplemen kulit, tapi juga dikembangkan menjadi snack kolagen dari sisa ekstraksi. Itu luar biasa,” katanya.
Menurutnya inovasi kolagen berbasis sisik ikan itu menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri lokal berbasis limbah ramah lingkungan.
“Selain memberikan nilai tambah secara ekonomi, pengolahan itu juga membuka peluang baru bagi UMKM untuk berkembang di sektor kecantikan dan kesehatan secara berkelanjutan," katanya.
Bupati Haris mengatakan kunjungan ke rumah produksi itu menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku UMKM dapat menghasilkan solusi kreatif berbasis potensi lokal.
"Selain memberikan dukungan moral, pemerintah juga diharapkan terus membantu dari sisi promosi, legalitas produk hingga akses pemasaran nasional maupun ekspor," ujarnya.
Sementara itu, Owner CV. Shaany Inovasi Berkah, Siti Nur Seha mengatakan ide mendirikan rumah produksi Shaany Collagen berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya limbah hasil laut yang tidak termanfaatkan.
“Melalui riset dan uji laboratorium, kami berhasil memformulasikan kolagen alami yang aman dan memiliki potensi pasar luas. Produk kolagen yang dihasilkan meliputi kapsul suplemen kulit, minuman serbuk kolagen hingga cemilan sehat dari limbah sisik ikan yang sudah diekstrak," katanya.
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026