Damaskus - Stasiun TV pro-pemerintah Suriah, Al-Ekhbariya, Senin (13/8), menyatakan jurufotonya, Hatem Abu Yahia, yang diculik bersama tiga rekannya tiga hari sebelumnya, dibunuh. Satu rekaman video yang diposting di YouTube memperlihatkan tiga pegawai yang diculik tersebut mengumumkan kematian rekan mereka dan menyatakan ia tewas selama pemboman pemerintah atas pinggiran Damaskus, At-Tal, tempat keempat wartawan itu diculik pada Jumat (10/8). Penculikan dan pembunuhan wartawan pro-pemerintah telah umum terjadi di Suriah, sehingga membuat mereka kesulitan untuk meliput peristiwa di daerah bergolak. Pemerintah Suriah, Sabtu (11/8), menyatakan "satu kelompok teroris bersenjata" membunuh Ali Abbas, wartawan yang bekerja buat kantor berita resmi, SANA, di kediamannya di daerah Jdaidet Artouz di pinggiran Ibu Kota Suriah, Damaskus. Pada 4 Agustus, Fron An-Nusra, kelompok bayangan yang mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan bunuh diri di Suriah selama 17 bulan belakangan, menyatakan bertanggung jawab atas pembunuhan seorang penyiar terkenal Suriah, Mohammad As-Said. Mohammad As-Said diculik dari dekat rumahnya di Jdaidet Artouz oleh satu kelompok bersenjata pada 20 Juli. Beberapa "kelompok teroris bersenjata" juga dituduh oleh pemerintah melakukan dua serangan bom terhadap TV Suriah dan Gedung Radio di Damaskus pekan lalu dan terhadap gedung TV Al-Ekhbariya di pinggiran Damaskus pada 27 Juni. Akibatnya ialah tiga wartawan dan empat penjaga tewas selain terjadi kerusakan besar materil. Saat kerusuhan terus bergejolak, kelompok oposisi dan pemerintah Suriah telah saling melontarkan tuduhan memalsukan fakta melalui saluran media mereka. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026