Malang - Sopir bus berbagai jurusan yang ada di Terminal Arjosari, Kota Malang menjalani tes urine guna meminimalkan terjadinya kecelakaan akibat sopir yang mengkonsumsi narkoba dan minuman keras.
"Tidak semua sopir menjalani tes urian, hanya sekitar 25 orang saja sebagai sampel, itu pun secara acak," kata Supervisi Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pendendalian Penyakit (BBTKLPP) Kementerian Kesehatan Supriatin Giata di sela-sela tes urine sopir bus di Terminal Arjosari Malang, Rabu.
Ia mengakui, tes urine tersebut dimaksudkan untuk mengetahui seberapa banyak (persentase) sopir yang menggunakan narkoba atau minuman beralkohol.
Menurut dia, pengambilan sampel urine sopir tersebut hanya dilakukan di terminal-terminal di Jatim yang padat penumpang maupun pemudik ketika menjelang Lebaran.
Menyinggung hasil tes terhadap 25 sopir bus tersebut, Supriatin mengatakan, tidak ditemukan adanya sopir yang terindikasi mengkonsumsi narkoba atau minuman keras. "Kalau di daerah lain kita menemukannya, tapi kita langsung beri penyuluhan," ujarnya.
Sementara itu Kasat Reskoba Polres Malang Kota AKP Sunardi Riyono menyatakan, tes urine tersebut rutin dilakukan setiap tahun atau ketika menjelang Lebaran.
"Jangan sampai sopir dari terminal Arjosari mengalami kecelakaan karena mengkonsumsi narkoba dan minuma keras, sebab sebagian sopir beranggapan jika narkoba bisa menghilangkan lelah, padahal itu tidak benar," tegasnya.
Selain melakukan tes urine terhadap sopir bus, katanya, pihaknya bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) juga melakukan cek kesehatan. "Memang tidak hanya tes urine saja, tapi juga pemeriksaan tensi darah dan hasilnya juga baik semua," katanya. (*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.