Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan pemerintah akan mengelola subsidi energi agar tidak menganggu keseimbangan program pembangunan sehingga semua pihak diminta untuk memahami dan mendukung kebijakan terkait hal tersebut. Saat membuka rapat koordinasi bidang energi di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa,Kepala Negara mengatakan bila biaya subsidi energi terus meningkat maka dapat menganggu pembiayaan pembangunan sektor lainnya sehingga dapat mengakibatkan efek berantai yang bisa merugikan masyarakat. "BBM dimata rakyat yang dilihat adalah harganya, sementara pemerintah selain harga juga berapa besar subsidi yang menopang. Makin besar subsidi bagi BBM dan listrik maka mengganggu ruang untuk bangun keperluan lain, maka infrastruktur berkurang, investasi terganggu, pertumbuhan terganggu maka lapangan kerja terganggu dan lainnya," kata Presiden. Permintaan meningkat Ditambahkannya, kondisi geopolitik dan juga ekonomi politik global saat ini menunjukkan ada kecenderungan peningkatan permintaan energi seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dunia. "Sektor energi adalah sektor yang penting, keperluan masyarakat kita dan menjadi hajat hidup mereka semua sebagaimana pangan, maka negara harus memiliki kebijakan strategi dan program aksi yang tepat," kata Presiden. Menurut Yudhoyono,"Terlebih sekarang ini dengan meningkat jumlah penduduk dunia mencapai tujuh miliar dan juga penduduk Indonesia maka demand meningkat, sementara suplay tidak selalu bisa mengikuti demand, missmatch ini yang kemudian menjadi masalah bisa sosial dan politik". (*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026