Upaya petani di pegunungan bertahan saat kemarau
- 9 September 2026 16:05
Petani menyiapkan selang air di lahan kentang, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (9/9/2026). Petani melakukan sejumlah upaya untuk mempertahankan produksi saat kemarau, di antaranya membeli air sekitar Rp125 ribu per 1.000 liter untuk mengairi lahan seluas satu hektare serta memasang paranet seharga sekitar Rp1 juta per rol untuk melindungi tanaman dari embun upas. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.
Petani menyiram air di lahan kentang, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (9/9/2026). Petani melakukan sejumlah upaya untuk mempertahankan produksi saat kemarau, di antaranya membeli air sekitar Rp125 ribu per 1.000 liter untuk mengairi lahan seluas satu hektare serta memasang paranet seharga sekitar Rp1 juta per rol untuk melindungi tanaman dari embun upas. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.
Dua petani memeriksa tanaman kentang di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (9/9/2026). Petani melakukan sejumlah upaya untuk mempertahankan produksi saat kemarau, di antaranya membeli air sekitar Rp125 ribu per 1.000 liter untuk mengairi lahan seluas satu hektare serta memasang paranet seharga sekitar Rp1 juta per rol untuk melindungi tanaman dari embun upas. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.
Foto udara lahan pertanian kentang di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (9/9/2026). Petani melakukan sejumlah upaya untuk mempertahankan produksi saat kemarau, di antaranya membeli air sekitar Rp125 ribu per 1.000 liter untuk mengairi lahan seluas satu hektare serta memasang paranet seharga sekitar Rp1 juta per rol untuk melindungi tanaman dari embun upas. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.
Petani memasang paranet di lahan kentang di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (9/9/2026). Petani melakukan sejumlah upaya untuk mempertahankan produksi saat kemarau, di antaranya membeli air sekitar Rp125 ribu per 1.000 liter untuk mengairi lahan seluas satu hektare serta memasang paranet seharga sekitar Rp1 juta per rol untuk melindungi tanaman dari embun upas. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.