Surabaya - Kebutuhan gas cair/LPG masyarakat di Jawa Timur meningkat 10 persen selama Ramadhan 1433 Hijriah dibandingkan normal sebanyak 2.540 metrik ton per hari karena kian tingginya permintaan pasar pada momentum keagamaan tersebut. "Walau terjadi peningkatan angka konsumsi, kami jamin ketersediaan komoditas itu dalam kondisi aman," kata "Assistant Customer Relation - External Relation" PT Pertamina (Persero) - Fuel Retail Marketing Region V, Rustam Aji di Surabaya, Senin. Keoptimisan tersebut, jelas dia, terutama untuk pemenuhan kebutuhan pengisian LPG ukuran tabung tiga kilogram di Jawa Timur dipengaruhi oleh kesiapan layanan dari 68 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bahan Bakar Elpiji/SPPBE. "Apalagi, kami juga didukung oleh keberadaan lembaga penyalur di Jatim seperti 480 agen dan 9.240 pangkalan LPG tiga kilogram yang resmi," ujarnya. Untuk pemilik gerai penjual LPG, ia meminta, mereka juga meningkatkan stok di gudangnya sehingga permintaan masyarakat tetap terpenuhi. Bahkan, Pertamina juga menyiapkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum sebagai tempat penjualan LPG. "Kamipun bekerja sama dengan ritel modern di Jatim untuk ikut menjual LPG. Salah satunya, di Indomaret," katanya. Sementara itu, tambah dia, ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak juga kian dipertahankan di tingkatan aman antara lain melalui Terminal BBM Surabaya Group, Tuban, Malang, Madiun, Tanjung Wangi, dan Camplong. "Pasokan secara berkelanjutan diupayakan di level aman termasuk dari Kilang Refinery Unit IV Cilacap, Refinery Unit V Balikpapan, dan impor via Terminal BBM Tuban," paparnya. Hal tersebut, kata dia, disebabkan pada bulan Agustus 2012 ini pihaknya telah membuat penambahan rencana penyaluran meningkat 10 persen dibandingkan bulan Juli 2012. Lalu, disalurkan ke 828 SPBU di wilayah Jawa Timur. "Kami prediksi penyaluran premium pada bulan Agustus 2012 naik menjadi 334.600 kilo liter/KL sedangkan penyaluran premium rata-rata selama semester I tahun 2012 hanya di posisi 304.100 KL per bulan," tuturnya. Untuk solar, estimasi dia, penyaluran pada bulan Agustus ini bisa menjadi 158.300 KL atau mengalami penurunan dibandingkan penyaluran rata-rata pada semester I/2012 sebesar 166.600 KL per bulan. Khusus pasokan BBM nonsubsidi atau bahan bakar khusus/BBK, pihaknya juga telah memperbanyak gerai penjualannya di SPBU yang menyebar di provinsi ini. "Dari 828 SPBU di Jawa Timur maka sebanyak 66 persen atau sekitar 548 SPBU telah menyediakan BBK," katanya.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026