Digitalisasi tetap menjadi fokus utama perseroan dalam memperluas akses layanan perbankan yang inklusif dan mudah dijangkau masyarakat
Surabaya (ANTARA) - Bank Jatim meraih penghargaan kategori Digital Innovation in Business Transformation dalam ajang Digital Innovation Award 2026 berkat transformasi JConnect.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra kepada Direktur Teknologi Informasi, Digital dan Operasi Bank Jatim, Wiweko Probojakti.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi digital yang memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan bagi masyarakat,” kata Wiweko dalam keterangan diterima di Surabaya, Sabtu.
Menurut dia, transformasi bisnis yang dilakukan Bank Jatim tidak hanya fokus pada penguatan teknologi, tetapi juga peningkatan kualitas layanan dan pengalaman nasabah.
Bank Jatim dinilai mampu mencatat perkembangan signifikan dalam pengembangan layanan digital melalui aplikasi JConnect Mobile yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan transaksi keuangan dalam satu platform.
Sepanjang 2025, jumlah pengguna JConnect Mobile mencapai 993.972 pengguna atau tumbuh 22,40 persen secara tahunan (year on year/YoY). Nilai transaksi melalui layanan tersebut juga meningkat menjadi Rp65,77 triliun atau naik 29,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, jumlah pengguna JConnect IB Corporate tercatat sebanyak 11.199 user atau meningkat 14,79 persen YoY dengan nilai transaksi mencapai Rp23,36 triliun.
Sementara pengguna QRIS Bank Jatim mencapai 203.725 user dengan nilai transaksi sebesar Rp3,94 triliun atau tumbuh 47,25 persen YoY.
Wiweko menambahkan, pada awal Mei 2026 Bank Jatim telah meluncurkan versi terbaru JConnect dengan menghadirkan 36 fitur unggulan yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.
Beberapa fitur baru tersebut antara lain penggantian password tanpa harus datang ke kantor cabang, sistem login biometrik, hingga layanan top up kartu uang elektronik yang telah terintegrasi dalam aplikasi.
Ia menegaskan JConnect kini tidak lagi sekadar aplikasi mobile banking untuk transfer dan pembayaran, tetapi berkembang menjadi platform finansial yang mendukung kebutuhan transaksi harian dan pengelolaan keuangan masyarakat dalam satu aplikasi.
Selain menyasar nasabah ritel, Bank Jatim juga memperluas pengembangan layanan digital untuk sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta korporasi melalui berbagai fitur yang mempermudah akses pembiayaan dan pengelolaan keuangan bisnis.
“Digitalisasi tetap menjadi fokus utama perseroan dalam memperluas akses layanan perbankan yang inklusif dan mudah dijangkau masyarakat,” ujar Wiweko.
Pewarta: Faizal FalakkiEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.