Madiun - Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun, Jawa Timur, melakukan survei jalur rawan guna pengamanan dan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun 2012. Kepala Satlantas Polres Madiun AKP Ganang Nugroho Widi, Selasa, mengatakan, survei jalur rawan tersebut bertujuan untuk meminimalkan gangguan lalu lintas seperti kemacetan dan kecelakaan menjelang dan selama arus mudik dan balik lebaran. "Kegiatan survei jalur ini dilakukan sebagai persiapan arus mudik dan balik lebaran tahun ini. Tujuannya adalah untuk menekan gangguan lalu lintas yang rawan terjadi," ujar Ganang. Menurut dia, wilayah Kabupaten Madiun dilintasi jalan nasional Surabaya-Yogyakarta. Jalan ini rawan kemacetan dan kecelakaan, terlebih saat arus mudik dan balik lebaran dimana volume kendaraan mengalami peningkatan signifikan dari pada hari biasa. Data Satlantas Polres Madiun mencatat, jalur rawan kecelakaan terdapat mulai dari Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo sampai dengan Kelurahan Nglames di Kecamatan Madiun. Kemudian, di jalur Caruban hingga Nampu, Saradan yang merupakan perbatasan Wilangan, Kabupaten Nganjuk. Pada jalur ini terdapat dua lintasan perkeretaapian. "Jalur-jalur ini rawan kecelakaan karena kondisi jalannya bagus dan lurus, sehingga pandangan pengemudi bebas. Hal ini memicu pengemudi untuk melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi," kata Ganang. Selain itu, lanjut dia, rawan kecelakaan juga terjadi di pasar tumpah yang terdapat di daerah Pasar Caruban Kecamatan Mejayan jalur Madiun - Surabaya, Pasar Sukolilo di Kecamatan Jiwan yang merupakan jalur Madiun - Magetan, dan Pasar Dolopo di Kecamatan Dolopo yang merupakan jalur Madiun - Ponorogo. (*)
Berita Terkait
KUHP beri batasan jelas antara kritik dan penghinaan
3 Januari 2026 11:18
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Ketua Dewas ANTARA: Kantor berita bertanggung jawab tangkal hoaks
16 Desember 2025 18:00
