Surabaya - Industri kereta api di Indonesia, PT INKA di Madiun melakukan ekspor 16 kereta api secara bertahap ke Malaysia pada tahun ini. "Kami menerima pesanan sebanyak 16 kereta dari Malaysia dan akan dikirim melalui dua tahapan. Pertama kami mengirim delapan kereta dan delapan sisanya menyusul," ujar Humas PT INKA, Fathur Rasyid, ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis. Ekspor tahap pertamai dikirim melalui jalur laut seperti yang terlihat di Terminal Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis. Delapan kereta api yang dipesan siap diberangkatkan ke Malaysia. Kedelapan kereta tahap pertama yang segera dikirim terdiri dari dari enam unit "Air Conditioner Second Class" (ACSC), satu unit jenis "Power Generating Car" (PGC), dan satu unit lainnya jenis Air "Conditioned Buffet Car" (ABC). Terkait nilai kontrak, Rasyid mengaku nilainya mencapai 4,7 juta dolar Amerika Serikat untuk 16 kereta api sesuai pesanan. Selain ke Negeri Jiran, ekspor kereta api juga dilakukan ke beberapa negara. Bahkan saat ini pihaknya sedang menerima pesanan dari negara-negara seperti Iran dan Bangladesh. "Kalau Bangladesh masih dalam tahap perencanaan, dan diperkirakan akan memesan 70 lokomotif. Sedangkan Iran sudah pesan dan saat ini dalam proses pembuatan. Pesannya cukup banyak, yakni sekitar 108 kereta api penumpang," papar Rasyid. Pihaknya mengaku pembuatan kereta api sesuai spesifikasi pesanan yang dipesan. Hanya saja, mayoritas pembuatannya sama dengan pembuatan kereta api di Indonesia pada umumnya. Sementara itu, Asisten Manager Perencanaan dan Pengendalian Operasi Pelabuhan Tanjung Perak surabaya, Joko Priyono, mengatakan bahwa delapan kereta api yang diberangkatkan ke Malaysia menggunakan Kapal MVHaugaard Scan. Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan kapan kereta api-kereta api tersebut bakal diberangkatkan dari Tanjung Perak. Selain menunggu proses yang lama, keberangkatan kapal juga menunggu proses adminitrasi selengkapnya. "Kami menunggu dan siap kapan saja jika kapal diberangkatkan, asalkan sudah selesai semua perlengkapannya," kata Joko kepada wartawan. (*)


Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026