Lumajang - Jalur pendakian Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) di perbatasan Kabupaten Lumajang-Malang, Jawa Timur, segera dibuka dalam waktu dekat, meski statusnya masih Siaga (Level III). Kepala Bidang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Wilayah II di Lumajang, Anggoro Dwi Sujiharto, Kamis, mengatakan jalur pendakian Semeru dibuka karena pemulihan ekosistem selama empat bulan dinilai sudah cukup. "Kami akan melakukan survei dan pembersihan jalur pendakian Semeru selama beberapa hari, sebelum jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa itu dibuka untuk umum," tuturnya saat dihubungi ANTARA. Jalur pendakian menuju Semeru ditutup sejak 3 Januari 2012 karena sejumlah titik jalur pendakian longsor, sebagian rambu-rambu pendakian tertutup longsor, hujan deras yang disertai angin kencang yang dapat membahayakan para pendaki, dan penutupan dilakukan untuk pemulihan ekosistem. Menurut dia, banyak para pendaki yang menghubungi kantor TNBTS di Lumajang untuk menanyakan kapan dibuka kembali jalur pendakian Semeru, sehingga pihaknya akan melakukan survei terhadap jalur pendakian terlebih dahulu. "Hasil survei itu nantinya akan menjadi pertimbangan bagi TNBTS, apakah jalur pendakian Semeru sudah bisa dibuka kembali atau belum," katanya. Menanggapi status Semeru yang masih di Level III, Anggoro mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tentang batas maksimal jalur pendakian yang aman untuk para pendaki. "Kami akan meminta laporan aktivitas terkini Gunung Semeru kepada petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur dan meminta rekomendasi PVMBG di Bandung, sebelum membuka jalur pendakian," paparnya. Rute jalur pendakian Semeru yakni Ranu Pani - Watu Rejeng - Ranu Kumbolo - Oro-oro Ombo - Cemoro Kandang - Jambangan - Sumbermani - Kalimati - Arcopodo - Cemoro Tunggal - puncak Semeru (Mahameru). Sementara laporan aktivitas Semeru yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang pada hari ini tercatat Semeru mengalami 125 kali gempa embusan, dua kali gempa tektonik jauh, satu kali guguran, dan dua kali gempa tremor, dengan kondisi visual cuaca mendung, angin tenang, dan suhu 25 derajat celcius. Status Gunung Semeru naik dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) sejak 2 Februari 2012 pukul 17.00 WIB.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026