Surabaya - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya berhasil meringkus seorang pelaku pembunuhan terhadap mahasiswi Stikes Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, Lilik Andriana (19), Kamis. "Kami menangkapnya di sebuah tempat di Mojokerto tidak lama setelah kejadian. Saat ini sedang dimintai keterangan lebih lanjut," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman ketika dikonfirmasi wartawan. Kasus pembunuhan ini yang menimpa Lilik Andriana ini terjadi pada Rabu (4/4) malam di ruang tamu rumahnya kawasan Jalan Jemur Gayungan Surabaya. Saat itu, keluarga orang tua menemukan anaknya tak bernyawa di dalam kamar dengan kondisi luka sayatan pergelangan tangan. Awalnya, pihak keluarga menyangka Lilik yang saat ini terdaftar sebagai mahasiswi semester dua tersebut meninggal dunia karena bunuh diri. Tapi polisi curiga ketika melakukan olah tempat kejadian perkara. "Petugas curiga ketika melakukan olah TKP. Beberapa tanda-tanda kejanggalan sangat terlihat jelas. Salah satunya dengan luka sayatan di pergelangan tangan kanan. Padahal secara umum, orang yang meninggal bunuh diri menyayat pergelangan tangan kirinya," kata dia. Selain itu, kondisi korban yang meninggal dalam keadaan setengah telanjang membuat polisi semakin curiga bahwa korban meninggal dengan cara tidak wajar. Polisi langsung membawa jenazah ke RSU dr Soetomo dan dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban. Di bawah pimpinannya, Farman langsung menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan mendalam hingga akhirnya berhasil meringkus pelakunya tidak lama setelah peristiwa terjadi. "Yang pasti polisi sudah curiga dan berupaya mengungkap kasus ini secepatnya. Syukurlah hanya selang beberapa jam, anggota berhasil mengungkapnya," kata Farman. Sementara itu, identitas pelaku berinisial Ris, yang ternyata masih satu saudara dengan korban. Polisi belum bisa memastikan motif di balik kasus ini sampai pelaku tega melakukan perbuatannya. Namun dari sumber informasi yang beredar di kepolisian, pelaku menyimpan dendam kepada korban karena tak dipinjami uang. Karena marah sekaligus kecewa, pelaku nekat membunuh korban. "Motif masih kami dalami. Sampai saat ini belum bisa disimpulkan karena dalam tahap pemeriksaan terhadap pelaku," kata dia. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026